TANGSELXPRESS – Sarwendah akhirnya buka suara mengenai rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya memarahi Ruben Onsu saat keduanya masih berstatus suami istri. Menurut Sarwendah, video yang beredar itu tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Melalui unggahan di akun Instagram @sarwendah29, Sarwendah menjelaskan perselisihan tersebut terjadi pada 4 Maret 2024. Ia mengatakan pertengkaran bermula dari perbedaan pandangan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, khususnya terkait rencana kepindahan tempat tinggal.
Saat itu, masa sewa rumah mereka di kawasan Pondok Indah disebut hampir berakhir. Sarwendah mengusulkan agar keluarga kembali ke rumah lama demi menghemat pengeluaran. Namun, ia mengaku terkejut setelah mengetahui telah dilakukan penyewaan apart-hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta.
“Saat itu saya diberitahu bahwa sudah disewa apart-hotel selama satu bulan dengan biaya sekitar Rp120 juta. Menurut saya, dana tersebut seharusnya bisa diprioritaskan untuk kebutuhan anak-anak atau rumah,” tulis Sarwendah, dikutip Minggu, 2 Agustus.
Mantan personel Cherrybelle itu mengatakan dirinya hanya meminta jadwal kepindahan diundur beberapa hari agar bertepatan dengan masa libur sekolah anak-anak. Ia juga berniat mengurus sendiri proses kepindahan melalui pihak marketing.
Namun, menurut Sarwendah, permintaan tersebut tidak mendapat persetujuan dari Ruben Onsu sehingga memicu perdebatan.
Perbedaan pendapat mengenai jadwal pindah rumah dan permintaan kontak pihak marketing kemudian berkembang menjadi pertengkaran yang lebih besar. Sarwendah mengklaim situasi semakin memanas setelah terjadi tindakan yang dianggapnya provokatif.
“Di tengah pembicaraan tersebut, suasana memanas. Beliau membanting pintu dan percakapan berubah menjadi pertengkaran,” ungkapnya.
Sarwendah menegaskan kemarahannya dalam rekaman CCTV bukan semata-mata dipicu persoalan jadwal kepindahan rumah. Menurutnya, luapan emosi tersebut merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun tidak pernah benar-benar ia ungkapkan.
“Di situlah emosi saya akhirnya meledak. Kemarahan yang terlihat di video bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun ini tidak pernah benar-benar bisa saya sampaikan,” pungkasnya.







