• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA BANTEN

Kemarau Panjang, Petani di Serang Ubah Sawah Kering Jadi Kebun Mentimun demi Bertahan Hidup

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Agustus 1, 2026
in BANTEN, NEWS
Reading Time: 2min read
Kemarau Panjang, Petani di Serang Ubah Sawah Kering Jadi Kebun Mentimun demi Bertahan Hidup

Musim kemarau yang berkepanjangan memaksa petani di Kebasiran, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, mengubah pola tanam. (Foto: Beritasatu.com)

277
SHARES
2.9k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Musim kemarau yang berkepanjangan memaksa petani di Kebasiran, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, mengubah pola tanam. Lahan persawahan yang biasanya ditanami padi kini dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman hortikultura, seperti mentimun (bonteng), tomat, dan berbagai jenis sayuran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan produktivitas lahan sekaligus menjaga sumber penghasilan keluarga di tengah krisis air yang semakin parah.

Salah seorang warga, Suriah, memanfaatkan sawah yang telah lama mengering dengan menanam bibit mentimun. Meski lahan tersebut bukan miliknya, ia mendapat izin dari pemilik sawah untuk mengelolanya agar tidak terbengkalai.

Menurut Suriah, sawah tersebut sudah lama tidak dapat ditanami padi karena pasokan air dari saluran irigasi terhenti. Daripada dibiarkan kosong, ia memilih menanam mentimun dengan harapan hasil panennya dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

BACA JUGA :  Kontroversi Kasus KDRT: Penyidikan Terhadap Istri Sebagai Tersangka Menuai Kritik Ahli Hukum 

“Sawah ini sudah lama tidak ditanami padi karena airnya tidak ada. Daripada dibiarkan kosong, saya minta izin kepada pemiliknya untuk menanam bonteng. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ujar Suriah, Sabtu (1/8/2026) dilansir dari Beritasatu.com.

Ia berharap tanaman mentimun yang baru ditanam dapat tumbuh dengan baik meski pasokan air sangat terbatas. Jika panen berhasil, hasilnya akan dijual kepada pengepul maupun pedagang di pasar sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Debit Irigasi Menyusut, Sawah Tak Lagi Bisa Ditanami Padi

Kekeringan di kawasan persawahan Kebasiran dipicu oleh menyusutnya debit air di saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan. Akibatnya, aliran air tidak lagi mampu menjangkau lahan pertanian.

Menurut Suriah, kondisi tersebut diperkirakan akan semakin memburuk apabila hujan tidak segera turun. Warga bahkan memperkirakan saluran irigasi akan benar-benar mengering dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

BACA JUGA :  Lamban Tangani Kasus Pegawai Toko Roti yang Dianiaya, Komisi III 'Sentil' Kapolres Jaktim

“Biasanya sawah ini dapat air dari sungai atau irigasi, tetapi sekarang air sungainya sudah menyusut, jadi enggak bisa mengalir ke sawah,” tambahnya.

Krisis Air Bersih Meluas di Banten

Kemarau di wilayah Banten telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Di Kebasiran, dampak kekeringan mulai dirasakan sejak sekitar tiga bulan lalu.

Tidak hanya mengganggu sektor pertanian, kekeringan juga menyebabkan warga kesulitan memperoleh air bersih. Saat ini masyarakat mengandalkan bantuan distribusi air bersih dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pendataan hingga akhir Juli 2026, dampak kekeringan di Banten terus meluas. Di Kota Serang, sedikitnya lima lingkungan di Kecamatan Kasemen mengalami krisis air bersih akibat menyusutnya debit Sungai Cibanten dan saluran irigasi.

BACA JUGA :  Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini: Bersiaplah! Lima Kecamatan Bakal Diguyur Hujan Sedang

Sementara itu, di Kabupaten Serang, kekeringan juga melanda sejumlah kecamatan, yakni Cikande, Kopo, Jawilan, Binuang, Carenang, Tirtayasa, Pontang, dan Tanara.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Perumda Tirta Al Bantani terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Selain itu, berbagai langkah antisipasi juga disiapkan untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Para petani berharap hujan segera turun agar lahan persawahan kembali mendapat pasokan air dan dapat ditanami padi seperti biasanya. Hingga saat itu tiba, mereka memilih beradaptasi dengan menanam komoditas hortikultura agar lahan tetap produktif dan roda perekonomian keluarga terus berjalan.

Tags: bontengirigasi mengeringkekeringan Kota Serangkemarau panjang Bantenkrisis air bersih Bantenmentimunpetani Serangsawah keringtanaman hortikultura
Previous Post

Sinopsis Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker di Marvel Cinematic Universe

Next Post

Buka Kejuaraan Basket Pelajar Banten, Pilar Saga Ajak Generasi Muda Kuasai Bidang STEM

Related Posts

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
cuaca panas
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Hari Ini 21 Oktober 2026: Suhu Tembus 35 Derajat

Oktober 21, 2026
2.4k
Pengaruh Struktur Modal pada Nilai Perusahaan, Biaya Modal dan Harga Pasar
MOTIVASI & INSPIRASI

7 Cara Melunasi Utang Lebih Cepat Tanpa Mengorbankan Kebutuhan Sehari-hari

Oktober 20, 2026
2.4k
Agnez Mo Main Film Bareng Nicolas Cage, Syuting Dimulai November 2026
SELEBRITI

Agnez Mo Main Film Bareng Nicolas Cage, Syuting Dimulai November 2026

Oktober 20, 2026
2.4k
Next Post
Buka Kejuaraan Basket Pelajar Banten, Pilar Saga Ajak Generasi Muda Kuasai Bidang STEM

Buka Kejuaraan Basket Pelajar Banten, Pilar Saga Ajak Generasi Muda Kuasai Bidang STEM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com