TANGSELXPRESS – Pemerintah Provinsi Jakarta resmi menetapkan tarif layanan Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp15.000 untuk setiap perjalanan. Tarif tersebut menggantikan tarif uji coba sebesar Rp3.500 yang telah diberlakukan selama beberapa bulan terakhir.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan penetapan tarif tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
“Tarif ini ditetapkan pada hari ini, 31 Juli 2026, dan akan berlaku mulai 1 September 2026,” kata Budi dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, jeda waktu selama satu bulan dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyesuaian tarif sebelum resmi diberlakukan.
“Mengapa tanggal 1 September? Dalam satu bulan ini kami kembali menyosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat terkait ketetapan tarif ini,” ujarnya.
Budi menjelaskan, pembayaran tarif Transbandara dilakukan secara nontunai menggunakan uang elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, tarif layanan Transjakarta rute Kalideres-Bandara Soekarno-Hatta dipastikan tidak mengalami perubahan. Penumpang tetap dikenakan tarif Rp2.000 untuk perjalanan pukul 05.00-07.00 WIB dan Rp3.500 untuk perjalanan setelah pukul 07.00 WIB.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, mengatakan penyebutan rute SH2 untuk layanan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta resmi dihapus seiring diterbitkannya Kepgub Nomor 685 Tahun 2026.
Ia menegaskan tarif Rp3.500 yang diberlakukan sejak peluncuran layanan tersebut memang bersifat sementara sebagai bagian dari masa uji coba.
“Pada saat peluncuran rute Blok M-Soekarno-Hatta, gubernur sudah menyampaikan bahwa ini adalah tarif uji coba,” ujar Welfizon.
Dengan penetapan tarif baru tersebut, layanan Transbandara diharapkan tetap menjadi pilihan transportasi publik yang nyaman, terjangkau, dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.







