• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA

Krisis Air Bersih di Kabupaten Tangerang Ganggu Pelayanan Puskesmas, Lima Kecamatan Terdampak

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 23, 2026
in NEWS, TANGERANG RAYA
Reading Time: 2min read
Krisis Air Bersih di Kabupaten Tangerang Ganggu Pelayanan Puskesmas, Lima Kecamatan Terdampak

Warga Kabupaten Tangerang yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau ekstrem.(Foto: RRI)

288
SHARES
3k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda Kabupaten Tangerang, Banten, tak hanya berdampak pada kebutuhan warga, tetapi juga mulai mengganggu pelayanan kesehatan. Sedikitnya lima kecamatan kini mengalami kekeringan, termasuk salah satu fasilitas kesehatan yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk operasional sehari-hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan kondisi kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2026.

“Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga September 2026,” ujar Taufik, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, sejumlah desa dan kelurahan telah mengajukan bantuan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak musim kemarau.

Saat ini terdapat lima kecamatan yang mengalami krisis air bersih, yakni Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya telah masuk dalam pemetaan BPBD sebagai kawasan rawan kekeringan saat musim kemarau.

BACA JUGA :  Pasca Banjir di Apartemen Serpong Garden, BPBD Kabupaten Tangerang Segera Bangun Tanggul Darurat

Puskesmas Panongan Kesulitan Air Bersih

Dampak kekeringan juga dirasakan Puskesmas Panongan yang mengalami krisis air bersih selama sekitar dua pekan terakhir.

Pegawai Puskesmas Panongan, Jainal Abidin, mengatakan keterbatasan sumber air menjadi penyebab utama sulitnya memperoleh pasokan air bersih.

“Keterbatasan sumber air menjadi penyebab sulitnya memperoleh pasokan air bersih,” ujarnya.

Selama ini, puskesmas hanya mengandalkan air dari sumur yang kini ikut terdampak kekeringan.

Padahal, untuk menunjang pelayanan kesehatan setiap hari, Puskesmas Panongan membutuhkan sekitar 7.000 liter air bersih. Kebutuhan tersebut digunakan untuk berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan pasien hingga tindakan medis seperti persalinan.

“Kami saat ini terpaksa menghemat penggunaan air agar pelayanan tetap berjalan. Air bersih sangat diperlukan untuk pelayanan kesehatan, terutama nanti untuk bersalin dan lain sebagainya,” kata Jainal.

BACA JUGA :  Nasabah Prioritas Capai 161 Ribu, Kelolaan Aset Wealth Management BRI Tumbuh 23,05 Persen

PMI Salurkan Bantuan Air Bersih

Untuk membantu operasional puskesmas, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang telah menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Puskesmas Panongan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Tangerang, Hadi Fauzi, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pihaknya menerima permintaan dari puskesmas.

“Hal ini sesuai permintaan kepada kami,” ujarnya.

Hadi memastikan PMI siap kembali mengirimkan bantuan apabila kebutuhan air bersih di Puskesmas Panongan masih berlanjut.

“Kalau nanti kembali membutuhkan, akan dikomunikasikan kembali,” katanya.

Selain fasilitas kesehatan, PMI juga membuka layanan distribusi air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

“Saat ini permintaan yang masuk baru dari dua kecamatan yaitu Mekar Baru dan Curug, dan kami siap melayani,” pungkas Hadi.

BACA JUGA :  PT Sinarmas Land Kembali Salurkan Sapras dan Edukasi Peduli Lingkungan ke 44 Sekolah di Tangsel

BPBD Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

Tags: Bantuan Air BersihBPBD Kabupaten Tangerangkekeringan Kabupaten Tangerangkrisis air bersih Kabupaten Tangerangmusim kemarau 2026PMI Kabupaten TangerangPuskesmas Panongan
Previous Post

Membangun SDM Generasi Z yang Unggul melalui Strategi Deep Work di SMK Negeri 17 Jakarta

Next Post

Ruben Onsu Jelaskan Alasan Tak Membalas Pesan Sarwendah soal Pindah ke Rumah Baru

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Ruben Onsu Jelaskan Alasan Tak Membalas Pesan Sarwendah soal Pindah ke Rumah Baru

Ruben Onsu Jelaskan Alasan Tak Membalas Pesan Sarwendah soal Pindah ke Rumah Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com