TANGSELXPRESS – Momen penuh emosional antara Lamine Yamal dan Lionel Messi usai final Piala Dunia 2026 menjadi sorotan pecinta sepak bola dunia. Di tengah euforia keberhasilan Spanyol menjuarai dunia, Yamal justru memilih menghampiri Messi yang tampak masih larut dalam kekecewaan setelah Argentina gagal mempertahankan gelar.
Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, para pemain Spanyol merayakan kemenangan di tengah lapangan.
Namun, kamera menangkap pemandangan berbeda. Lamine Yamal berjalan meninggalkan kerumunan rekan-rekannya untuk menemui Lionel Messi. Keduanya kemudian berjabat tangan dan berpelukan dalam suasana yang penuh rasa hormat dan sportivitas.
Momen tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial dan menuai pujian dari para penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak yang menilai tindakan Yamal mencerminkan sikap rendah hati sekaligus penghormatan kepada salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Beberapa jam setelah Spanyol dinobatkan sebagai juara dunia, Yamal akhirnya mengungkap isi percakapannya dengan Messi. Ia mengaku hanya menyampaikan satu kalimat sederhana sebagai bentuk empati kepada idolanya itu.
“Saya hanya berkata kepadanya, ‘maaf’,” kata Yamal seperti dikutip dari beIN Sports, Selasa (21/7/2026).
Menurut Yamal, ucapan tersebut lahir dari rasa hormat kepada Messi yang selama ini menjadi panutan dalam perjalanan kariernya. Ia memahami besarnya kekecewaan sang kapten Argentina yang gagal membawa negaranya mempertahankan gelar juara dunia.
Yamal juga mengungkapkan bahwa Messi merespons dengan sikap penuh sportivitas. Meski baru saja mengalami kekalahan di laga terbesar sepak bola dunia, Messi tetap memberikan ucapan selamat kepada Spanyol atas keberhasilannya menjadi juara.
Selain itu, Messi juga memberikan apresiasi terhadap penampilan impresif Yamal sepanjang turnamen. Sikap tersebut kembali menunjukkan jiwa besar sang legenda yang tetap menghormati lawan di tengah rasa kecewa.
Percakapan singkat antara kedua pemain itu kemudian menjadi simbol estafet generasi dalam dunia sepak bola. Di satu sisi, Lionel Messi menutup perjalanan panjangnya di panggung Piala Dunia sebagai salah satu legenda terbesar sepanjang masa. Di sisi lain, Lamine Yamal mulai menorehkan sejarah sebagai bintang muda yang membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia.
Pelukan hangat antara Messi dan Yamal pun dikenang sebagai salah satu momen paling menyentuh sekaligus ikonik dalam final Piala Dunia 2026, menggambarkan bahwa di balik kerasnya persaingan, sportivitas dan rasa saling menghormati tetap menjadi nilai utama dalam sepak bola.







