• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home TANGERANG RAYA BANTEN

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 18, 2026
in BANTEN, NEWS
Reading Time: 3min read
Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

Foto: Biro Adpimpro Banten

276
SHARES
2.9k
VIEWS

PANDEGLANG– Mata Abdoel Hafidz (16) berkaca-kaca mendapat sekolah gratis dari program Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma.

Remaja asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu saat ini tidak lagi takut putus sekolah. Ia ingin memeluk gubernur karena harapan atas cita-citanya masih terjaga.

“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).

Ucapan itu keluar dari seorang anak yang dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya.

Sekitar 80 hari lalu, Hafidz kehilangan sang ibu setelah berjuang melawan gagal ginjal. Sejak September tahun lalu, ia hampir setiap hari mendampingi ibunya menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari (SHL) Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang.

Di rumah sakit itu dokter menyatakan ibunya mengalami penyumbatan pembuluh darah dan gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani cuci darah.

Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah. Ia kini tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas I SMP.

Ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas di proyek bangunan di Tangerang sehingga hanya bisa pulang dua minggu sekali, bahkan terkadang sebulan sekali.

BACA JUGA :  Asuransi Astra Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pulau Seribu

Untuk makan sehari-hari, Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah.

Sementara kebutuhan hidup dikirim ayah melalui rekening ATM milik almarhum ibunya yang kini dipegang Hafidz. Dari rekening itulah ia mengatur kebutuhan sekolah sekaligus uang jajan adiknya.

Di balik beban yang dipikulnya, Hafidz tidak pernah kehilangan semangat untuk bersekolah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga.

Saat masih duduk di bangku SMP, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Hafidz dipercaya menjadi bendahara Pramuka karena dinilai bertanggung jawab dan disiplin.

Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan salah satu sanggar seni budaya Rampak Bedug di Pandeglang sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.

Semangat itulah yang membuat Hafidz tidak ingin putus sekolah. Namun, harapan itu sempat nyaris pupus ketika ia gagal diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.

“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” kenangnya.

Kekhawatiran itu juga dirasakan ayahnya. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, biaya sekolah swasta tentu menjadi beban yang tidak ringan.

Titik terang muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang mengikuti Program Sekolah Gratis Pemprov Banten.

Informasi itu segera disampaikan Hafidz kepada ayahnya, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya karena sang ayah masih bekerja di Tangerang.

BACA JUGA :  Ketum PWI: HPN 2026 di Banten Jadi Momentum Dorong Ekonomi dan Pembangunan

Kini Hafidz dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah.

“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” katanya.

Pesan sang ayah sebelum kembali bekerja di Tangerang selalu ia ingat. Ayah berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak gengsi bersekolah di mana pun, memilih teman yang baik, dan menjaga adiknya.

Saat diminta menyampaikan pesan untuk ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.

“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” ujarnya.

Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.

Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil.
Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.

“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.

BACA JUGA :  Perubahan Slot 46 Kloter Jamaah karena Garuda Indonesia Lambat Ajukan Jadwal, OTP juga Sangat Buruk

Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.

Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya.

Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.

Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten.

Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.

Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.

Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan.

Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup.

Tags: Andra SoniHafidz PandeglangHasbi FabiansyahPemprov BantenPendidikan BantenProgram Sekolah Gratis Bantensekolah gratissiswa PandeglangSMK PGRI Pandeglang
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel 18 Juli 2026: Cerah, Pamulang Berpotensi Hujan Ringan

Next Post

Jangan Anggap Sepele, Minum Air Putih Cukup Jadi Kunci Tetap Bugar Saat Kemarau

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Oh No! Kelebihan Minum Air Putih Ternyata Bisa Memberi Efek Buruk Ini

Jangan Anggap Sepele, Minum Air Putih Cukup Jadi Kunci Tetap Bugar Saat Kemarau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com