PERNAHKAH uang saku yang diberikan orang tua habis sebelum pulang sekolah? Bagi banyak pelajar, hal tersebut merupakan kejadian yang biasa. Uang digunakan untuk membeli jajanan, minuman kekinian, atau mengikuti tren yang sedang populer di media sosial. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana tersebut dapat membentuk perilaku konsumtif apabila tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai cara mengelola keuangan.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang (Unpam) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Penguatan Literasi Keuangan melalui Edukasi Pengelolaan Uang Saku dan Investasi Dasar untuk Membentuk Perilaku Finansial Bijak pada Pelajar”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Islam Raudlatul Hikmah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, sebagai upaya menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini.
Tantangan Literasi Keuangan di Era Digital
Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan. Kehadiran dompet digital, aplikasi belanja online, serta berbagai promo menarik membuat masyarakat, termasuk pelajar, semakin mudah melakukan pembelian. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga dapat meningkatkan perilaku konsumtif apabila tidak disertai kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim PKM, masih banyak siswa yang belum terbiasa membuat perencanaan penggunaan uang saku. Sebagian besar siswa menggunakan uang saku tanpa membuat prioritas, masih sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menganggap menabung hanya dilakukan apabila masih terdapat sisa uang di akhir hari.
Selain itu, sebagian besar siswa masih menganggap investasi sebagai sesuatu yang rumit dan hanya diperuntukkan bagi orang dewasa yang memiliki penghasilan besar. Padahal, pemahaman mengenai investasi dapat dikenalkan sejak dini melalui konsep sederhana, seperti pentingnya memiliki tujuan keuangan, disiplin menabung, dan merencanakan masa depan.
Belajar Mengelola Uang dengan Cara yang Menyenangkan
Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026 dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif sehingga siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah. Tim mahasiswa mengajak peserta untuk berdiskusi, mengikuti simulasi pengelolaan uang saku, menyusun anggaran sederhana, serta membahas contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan literasi keuangan, cara mengelola uang saku secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, serta pengenalan investasi dasar. Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa SMP.
Melalui simulasi tersebut, siswa diminta menyusun rencana penggunaan uang saku dengan membagi pengeluaran ke dalam beberapa kategori, seperti kebutuhan sekolah, uang jajan, tabungan, dan dana cadangan. Dengan cara ini, siswa dapat memahami bahwa setiap keputusan dalam menggunakan uang memiliki konsekuensi sehingga perlu dipertimbangkan secara matang.
Ketua pelaksana PKM, Anggreny Cristianta Tambunan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia sekolah.
“Kami ingin siswa memahami bahwa uang saku bukan hanya untuk dibelanjakan, tetapi juga dapat menjadi sarana belajar mengatur keuangan. Jika kebiasaan tersebut dibentuk sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan pengelolaan keuangan di masa depan,” ujarnya.
Antusiasme Siswa Sangat Tinggi
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menggunakan uang saku setiap hari. Suasana belajar yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami materi dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan secara teoritis.
Setelah mengikuti kegiatan, siswa mulai memahami pentingnya menyusun prioritas penggunaan uang, mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menyadari pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung. Mereka juga memperoleh pemahaman awal mengenai investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang harus dilakukan secara hati-hati.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan yang disampaikan melalui pendekatan partisipatif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk pola pikir siswa agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan keuangan.
Pihak SMP Islam Raudlatul Hikmah Pamulang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini karena memberikan manfaat yang nyata bagi peserta didik.
“Materi mengenai literasi keuangan masih sangat terbatas dalam pembelajaran di sekolah. Program ini memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk belajar mengelola uang saku secara lebih bijak. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap salah satu guru pendamping.
Memberikan Manfaat bagi Mahasiswa dan Sekolah
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan PKM ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa Universitas Pamulang untuk menerapkan ilmu manajemen yang diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam merancang program edukasi, berkomunikasi dengan masyarakat, bekerja sama dalam tim, serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra.
Bagi sekolah, program ini menjadi salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter melalui pembentukan perilaku disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan ke Depan
Literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal yang harus ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap semakin banyak sekolah yang mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Ke depan, materi dapat dikembangkan dengan pembahasan mengenai transaksi digital yang aman, kewirausahaan bagi pelajar, pengelolaan risiko keuangan, serta pemanfaatan teknologi finansial secara bijaksana.
Dengan literasi keuangan yang baik sejak dini, diharapkan pelajar tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, disiplin, dan mampu mengelola keuangan secara bertanggung jawab demi masa depan yang lebih sejahtera.
DAFTAR PUSTAKA
Bank Indonesia. (2020). Edukasi keuangan untuk generasi muda. Bank Indonesia.
Chen, H., & Volpe, R. P. (1998). An analysis of personal financial literacy among college students. Financial Services Review, 7(2), 107–128. https://doi.org/10.1016/S1057-0810(99)80006-7
Gitman, L. J., Juchau, R., & Flanagan, J. (2015). Principles of managerial finance (14th ed.). Pearson Education.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2020). Pendidikan literasi keuangan di sekolah. Kemendikbud.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2020). OECD/INFE 2020 International Survey of Adult Financial Literacy. OECD Publishing.
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017). Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022. Otoritas Jasa Keuangan.
SMP Islam Raudlatul Hikmah Pamulang. (2026). Profil sekolah SMP Islam Raudlatul Hikmah Pamulang. Tangerang Selatan.
SMP Islam Raudlatul Hikmah Pamulang. (2026). Hasil observasi dan wawancara dengan guru serta peserta didik dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Tangerang Selatan.
Penulis:
Anggreny Cristianta Tambunan
Nurul Risqi Fadilah
Sabrina Putri
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang







