• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Embun Upas Kembali Selimuti Dieng, Suhu Minus 2 Derajat Bikin Candi Arjuna Memutih

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 11, 2026
in DAERAH, NEWS
Reading Time: 2min read
Embun Upas Kembali Selimuti Dieng, Suhu Minus 2 Derajat Bikin Candi Arjuna Memutih

enampakan embun upas di pelataran Candi Arjuna Dieng(Foto:Instagram Diengcool)

255
SHARES
2.8k
VIEWS

BANJARNEGARA – Fenomena embun upas atau embun beku kembali menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penurunan suhu udara hingga minus 2 derajat Celsius membuat hamparan rumput di sekitar Kompleks Candi Arjuna berubah putih akibat tertutup kristal es.

Fenomena alam yang hanya muncul pada puncak musim kemarau itu kembali menjadi daya tarik wisata. Sejak pagi, wisatawan memadati kawasan Candi Arjuna untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan momen langka yang hanya berlangsung beberapa jam sebelum lapisan es mencair akibat sinar matahari.

Embun beku mulai terbentuk sekitar pukul 03.00 WIB ketika suhu udara turun drastis. Hingga pagi hari, lapisan es dengan ketebalan sekitar setengah sentimeter tampak menempel di rumput, dedaunan, batang tanaman, hingga berbagai benda yang berada di ruang terbuka.

BACA JUGA :  Berbahaya, Tiga Jenis Sayuran Ini Dilarang Dimakan Mentah

Beberapa hari sebelumnya, suhu udara di kawasan Dieng bahkan sempat mencapai minus 6 derajat Celsius. Sementara pada kemunculan kali ini, suhu berada di kisaran minus 2 derajat Celsius, yang sudah cukup untuk memicu terbentuknya embun beku.

Seorang warga Dieng, Brent Sastro, mengatakan kemunculan embun upas merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap puncak musim kemarau.

“Embun upas muncul karena suhu udara turun sangat rendah pada malam hingga menjelang pagi. Fenomena ini biasanya terjadi setiap musim kemarau dan selalu menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Dieng,” ujarnya.

Salah seorang wisatawan asal Yogyakarta, Icha, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut sebelum masa liburan sekolah berakhir.

BACA JUGA :  Viral! Karyawan Lembur Tidak Dibayar, Kemnaker Prihatin

“Kami memang datang ke Dieng untuk melihat embun es. Kami menginap selama dua hari sambil menikmati wisata di Dieng. Mumpung liburan sekolah anak-anak hampir selesai, kami memilih berlibur ke sini,” katanya.

Meski harus menghadapi udara yang sangat dingin, antusiasme wisatawan tidak surut. Banyak pengunjung rela datang sejak sebelum matahari terbit demi mendapatkan pemandangan hamparan rumput yang memutih oleh kristal es.

Fenomena embun upas terjadi ketika suhu udara turun hingga berada di bawah titik beku. Uap air yang menempel pada rumput, dedaunan, maupun permukaan benda di ruang terbuka berubah menjadi kristal es akibat suhu yang sangat rendah.

Menariknya, embun upas tidak muncul di seluruh kawasan Dieng. Fenomena ini umumnya hanya terbentuk di titik-titik tertentu, terutama di sekitar Kompleks Candi Arjuna yang memiliki kondisi geografis dan suhu paling mendukung terbentuknya embun beku.

BACA JUGA :  Ternyata, Selebgram Nur Utami Tahu Suaminya Residivis dan Bandar Narkoba Sejak Belum Menikah

Bagi masyarakat Dieng, embun upas menghadirkan dua dampak berbeda. Di satu sisi, suhu ekstrem dapat merusak tanaman pertanian seperti kentang dan sayuran. Namun di sisi lain, fenomena alam ini selalu menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap musim kemarau, sehingga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Tags: BanjarnegaraCandi Arjunaembun beku Diengembun upas Diengfenomena embun esJawa Tengahmusim kemarausuhu Diengwisata Dieng
Previous Post

Nama Celine Evangelista Dikaitkan dengan Isu Jampidsus, Unggahan Hadis di Instagram Jadi Sorotan

Next Post

FIFA Jual Rumput Final Piala Dunia 2026, Harga Termahal Tembus Rp54 Juta

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
FIFA Jual Rumput Final Piala Dunia 2026, Harga Termahal Tembus Rp54 Juta

FIFA Jual Rumput Final Piala Dunia 2026, Harga Termahal Tembus Rp54 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com