BANJARNEGARA – Fenomena embun upas atau embun beku kembali menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penurunan suhu udara hingga minus 2 derajat Celsius membuat hamparan rumput di sekitar Kompleks Candi Arjuna berubah putih akibat tertutup kristal es.
Fenomena alam yang hanya muncul pada puncak musim kemarau itu kembali menjadi daya tarik wisata. Sejak pagi, wisatawan memadati kawasan Candi Arjuna untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan momen langka yang hanya berlangsung beberapa jam sebelum lapisan es mencair akibat sinar matahari.
Embun beku mulai terbentuk sekitar pukul 03.00 WIB ketika suhu udara turun drastis. Hingga pagi hari, lapisan es dengan ketebalan sekitar setengah sentimeter tampak menempel di rumput, dedaunan, batang tanaman, hingga berbagai benda yang berada di ruang terbuka.
Beberapa hari sebelumnya, suhu udara di kawasan Dieng bahkan sempat mencapai minus 6 derajat Celsius. Sementara pada kemunculan kali ini, suhu berada di kisaran minus 2 derajat Celsius, yang sudah cukup untuk memicu terbentuknya embun beku.
Seorang warga Dieng, Brent Sastro, mengatakan kemunculan embun upas merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap puncak musim kemarau.
“Embun upas muncul karena suhu udara turun sangat rendah pada malam hingga menjelang pagi. Fenomena ini biasanya terjadi setiap musim kemarau dan selalu menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Dieng,” ujarnya.
Salah seorang wisatawan asal Yogyakarta, Icha, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut sebelum masa liburan sekolah berakhir.
“Kami memang datang ke Dieng untuk melihat embun es. Kami menginap selama dua hari sambil menikmati wisata di Dieng. Mumpung liburan sekolah anak-anak hampir selesai, kami memilih berlibur ke sini,” katanya.
Meski harus menghadapi udara yang sangat dingin, antusiasme wisatawan tidak surut. Banyak pengunjung rela datang sejak sebelum matahari terbit demi mendapatkan pemandangan hamparan rumput yang memutih oleh kristal es.
Fenomena embun upas terjadi ketika suhu udara turun hingga berada di bawah titik beku. Uap air yang menempel pada rumput, dedaunan, maupun permukaan benda di ruang terbuka berubah menjadi kristal es akibat suhu yang sangat rendah.
Menariknya, embun upas tidak muncul di seluruh kawasan Dieng. Fenomena ini umumnya hanya terbentuk di titik-titik tertentu, terutama di sekitar Kompleks Candi Arjuna yang memiliki kondisi geografis dan suhu paling mendukung terbentuknya embun beku.
Bagi masyarakat Dieng, embun upas menghadirkan dua dampak berbeda. Di satu sisi, suhu ekstrem dapat merusak tanaman pertanian seperti kentang dan sayuran. Namun di sisi lain, fenomena alam ini selalu menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap musim kemarau, sehingga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.







