TANGERANG SELATAN – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Selat Sunda pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 02.44.55 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa memiliki magnitudo 5,3 dengan kedalaman 43 kilometer.
Episenter gempa berada di koordinat 6,83 Lintang Selatan dan 105,04 Bujur Timur, atau sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
BMKG memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Sumur. Pada skala ini, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar ruangan, jendela dan pintu berderik, dinding berbunyi, bahkan gerabah dapat pecah.
Sementara itu, di wilayah Pandeglang, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar yang melintas.
BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di kawasan Selat Sunda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” demikian keterangan resmi BMKG.
Hingga pukul 03.05 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa hingga dipastikan aman.
Masyarakat diharapkan memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi hanya melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial resmi BMKG yang telah terverifikasi.







