• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MEGAPOLITAN

Asal Usul Pekan Raya Jakarta, Berawal dari Pameran Dagang Tahun 1968

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 3, 2026
in MEGAPOLITAN, NEWS
Reading Time: 3min read
Asal Usul Pekan Raya Jakarta, Berawal dari Pameran Dagang Tahun 1968

Foto: Dok. Kemenpar

213
SHARES
1.3k
VIEWS

JAKARTA– Setiap tahun, jutaan orang memadati Pekan Raya Jakarta (PRJ) untuk berburu diskon, mencicipi kuliner, menikmati konser musik, hingga sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, di balik kemeriahan tersebut, tidak banyak yang mengetahui bahwa Pekan Raya Jakarta lahir dari sebuah gagasan sederhana untuk membangkitkan perekonomian Indonesia.

Asal Usul Pekan Raya Jakarta

Dilansir dari laman resmi Kemenpar, Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang kini lebih dikenal sebagai Jakarta Fair merupakan salah satu agenda tahunan terbesar di Indonesia. Setiap tahun, jutaan pengunjung datang untuk berburu promo, menikmati wisata kuliner, hingga menyaksikan konser musik. Namun, di balik kemeriahan tersebut, asal usul Pekan Raya Jakarta ternyata berangkat dari tujuan yang jauh lebih besar, yakni membangkitkan perekonomian nasional.

PRJ pertama kali digelar pada tahun 1968 sebagai pameran dagang yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat. Seiring waktu, acara ini berkembang menjadi festival perdagangan dan hiburan terbesar di Indonesia.

Berawal dari Gagasan Membangkitkan Ekonomi

Sejarah Pekan Raya Jakarta bermula dari gagasan Syamsuddin Mangan atau Haji Mangan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta saat itu. Ia mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin agar ibu kota memiliki pameran dagang berskala besar yang mampu mempromosikan produk dalam negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA :  Mau Berlibur ke Jakarta Fair Kemayoran 2023? Cek Cara Beli Tiketnya

Usulan tersebut disambut baik dan diwujudkan menjadi sebuah pameran yang diberi nama Djakarta Fair, masih menggunakan ejaan lama bahasa Indonesia.

PRJ Pertama Digelar di Monas

Pekan Raya Jakarta pertama berlangsung pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di kawasan Monumen Nasional (Monas). Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Soeharto melalui seremoni pelepasan burung merpati sebagai simbol dimulainya pameran.

Sejak penyelenggaraan perdana, Djakarta Fair tidak hanya menghadirkan pameran industri dan perdagangan, tetapi juga berbagai hiburan rakyat. Konsep tersebut membuat PRJ cepat menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

Mengapa Disebut Pekan Raya Jakarta?

Banyak orang mengira kata “pekan” berarti satu minggu. Padahal, dalam bahasa Melayu, pekan memiliki arti pasar atau tempat berlangsungnya aktivitas perdagangan.

BACA JUGA :  Ingin Pergi ke Pekan Raya Jakarta Kemayoran? Catat Jam Buka hingga Harga Tiketnya di Sini

Karena itu, Pekan Raya Jakarta secara harfiah berarti pasar raya atau pameran dagang berskala besar, bukan acara yang hanya berlangsung selama tujuh hari. Inilah alasan mengapa PRJ selalu berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Alasan PRJ Pindah ke Kemayoran

Selama lebih dari 20 tahun, Pekan Raya Jakarta diselenggarakan di kawasan Monas. Namun, meningkatnya jumlah peserta pameran dan pengunjung membuat lokasi tersebut tidak lagi memadai.

Pada 1992, PRJ resmi dipindahkan ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, kawasan bekas Bandara Kemayoran yang telah dikembangkan menjadi pusat pameran dan konvensi. Hingga kini, lokasi tersebut masih menjadi tempat penyelenggaraan Jakarta Fair setiap tahunnya.

Dikenal Juga dengan Nama Jakarta Fair

Meski masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pekan Raya Jakarta (PRJ), penyelenggara sejak sekitar tahun 2010 mulai lebih mengedepankan nama Jakarta Fair sebagai identitas resmi dalam berbagai materi promosi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat citra acara di tingkat internasional sekaligus memudahkan wisatawan mancanegara mengenali festival tahunan tersebut.

Hingga kini, kedua nama tersebut masih digunakan secara berdampingan. Di kalangan masyarakat, istilah PRJ tetap menjadi sebutan yang paling populer, sementara Jakarta Fair lebih banyak digunakan sebagai nama merek (branding) penyelenggaraan acara.

BACA JUGA :  Jakarta Fair 2024 Resmi Dibuka, PJ Gubernur Jakarta Imbau Warga Belanja Produk Lokal

Meski kini identik dengan diskon besar, kuliner, wahana permainan, dan konser musik, misi utama Pekan Raya Jakarta sejak awal tidak pernah berubah. PRJ hadir sebagai wadah promosi produk nasional, tempat bertemunya pelaku usaha dengan konsumen, sekaligus penggerak roda perekonomian.

Saat ini, ribuan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, elektronik, fesyen, makanan dan minuman, hingga UMKM, ikut berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan. Jutaan pengunjung pun datang setiap tahun, menjadikan PRJ sebagai salah satu pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara.

Lebih dari lima dekade sejak pertama kali digelar pada tahun 1968, Pekan Raya Jakarta telah berkembang dari sebuah pameran dagang menjadi ikon ekonomi, budaya, dan hiburan ibu kota. Meski wajahnya terus berubah mengikuti perkembangan zaman, semangat awal PRJ tetap sama, yakni menjadi etalase produk Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Tags: HUT JakartaJakarta FairPekan Raya JakartaSejarah PRJ
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel 3 Juli 2026: Cerah, Warga Diimbau Waspada Dehidrasi

Next Post

Diet Mentimun Viral di Jepang, Bisa Turunkan Berat Badan hingga 11 Kg Tanpa Pantang Makan?

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Diet Mentimun Viral di Jepang, Bisa Turunkan Berat Badan hingga 11 Kg Tanpa Pantang Makan?

Diet Mentimun Viral di Jepang, Bisa Turunkan Berat Badan hingga 11 Kg Tanpa Pantang Makan?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com