JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan pemadaman listrik bergilir tidak akan kembali terjadi di Pulau Jawa maupun sejumlah wilayah lain di Indonesia. Kepastian itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Juli.
Dalam kesempatan tersebut, Darmawan terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik yang sempat memicu pemadaman bergilir di beberapa daerah.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya pemadaman listrik bergilir,” kata Darmawan dikutip Kamis, 2 Juli.
Menurutnya, pemadaman tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan batu bara berkalori tinggi yang menjadi bahan bakar utama sejumlah pembangkit listrik. Kondisi tersebut sempat memengaruhi operasional pembangkit sehingga berdampak pada keandalan pasokan listrik.
Darmawan menjelaskan, keterbatasan batu bara dengan spesifikasi tertentu kini diatasi melalui program retrofit pada sejumlah pembangkit. Teknologi tersebut memungkinkan pembangkit menggunakan jenis batu bara dengan karakteristik berbeda tanpa mengurangi performa pembangkit.
“Kami selesaikan dengan melakukan retrofit di berbagai pembangkit kami. Dengan demikian, ke depan kami betul-betul memastikan kondisi seperti ini tidak akan berulang kembali,” ujarnya.
PLN, lanjut Darmawan, berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional agar masyarakat maupun pelaku usaha tidak lagi terdampak pemadaman akibat kendala pasokan bahan bakar.
Selain memaparkan langkah perbaikan jangka pendek, Darmawan juga menyoroti rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Menurutnya, pengembangan energi surya menjadi strategi penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara berkalori tinggi.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menekan biaya pokok produksi listrik sekaligus mendukung target swasembada energi.
“Keinginan Bapak Presiden Prabowo Subianto membangun 100 gigawatt menjadi salah satu program andalan agar swasembada energi dan menurunkan biaya pokok produksi kelistrikan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.
Melalui kombinasi program retrofit pembangkit dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan, PLN optimistis sistem kelistrikan nasional akan semakin andal, efisien, serta mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha secara berkelanjutan.







