MAHASISWA Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PmKM) bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan Rumah Tangga melalui Edukasi Pengelolaan Keuangan bagi Ibu-Ibu PKK” di Kampung Kebon Kopi, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti sekitar 25 ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti setiap sesi edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Kegiatan dipimpin oleh Adelia selaku ketua tim bersama Juliana Hirdianti dan Ananda Rahmah. Melalui program ini, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, mengenai pentingnya mengelola keuangan keluarga secara terencana sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan yang semakin penting. Namun, masih banyak keluarga yang belum terbiasa menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, maupun menyisihkan pendapatan untuk tabungan dan dana darurat. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan pengeluaran tidak terkendali sehingga kebutuhan keluarga sulit terpenuhi secara optimal.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar literasi keuangan, yaitu kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Mahasiswa juga menjelaskan bahwa kondisi keuangan keluarga tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengatur dan memanfaatkan pendapatan tersebut secara efektif.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak menyusun skala prioritas sehingga pengeluaran dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pentingnya melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Tim memberikan contoh sederhana mengenai cara mencatat arus kas keluarga, baik menggunakan buku tulis maupun aplikasi pencatat keuangan di telepon genggam. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat membantu keluarga mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas sekaligus mengendalikan pengeluaran yang tidak diperlukan.
Materi berikutnya membahas penyusunan anggaran rumah tangga dengan membagi pendapatan ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan pokok, pendidikan, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan lainnya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menabung secara konsisten, meskipun dimulai dari nominal yang kecil. Kebiasaan tersebut diyakini dapat membantu keluarga memiliki cadangan dana untuk menghadapi kebutuhan mendesak maupun merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengelola keuangan rumah tangga, mulai dari pengeluaran yang sering melebihi rencana hingga kesulitan menyisihkan uang untuk tabungan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan merupakan persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan membutuhkan pemahaman yang tepat.
Ketua tim PmKM, Adelia, berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih sehat.
“Sering kali masyarakat berpikir bahwa masalah keuangan hanya disebabkan oleh kurangnya penghasilan. Padahal, pengelolaan keuangan yang baik juga memiliki peran yang sangat penting. Melalui kegiatan ini kami berharap ibu-ibu dapat menerapkan kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran, menyusun anggaran, dan menabung secara rutin agar kondisi keuangan keluarga menjadi lebih baik,” ujar Adelia.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selama ini kami jarang mencatat pengeluaran rumah tangga. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran agar uang yang ada bisa lebih terkontrol,” ujar salah seorang peserta.
Melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat ini, Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang berharap edukasi literasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan seminar semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih terencana, keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan secara lebih bijak, membangun ketahanan ekonomi, serta mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim mahasiswa dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan dan pemberdayaan.
Penulis:
Kelompok PMKM :
– Adelia
– Ananda Rahmah
– Juliana Hirdianti
Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang







