TANGERANG SELATAN – Polemik mengenai nominal Rp200 juta yang dikaitkan dengan Sarwendah belakangan menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, memberikan klarifikasi bahwa dana tersebut bukan diperuntukkan bagi kebutuhan pribadi kliennya, melainkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan anak-anak.
“200 juta harus dipahami, 200 juta itu bukan buat Sarwendah, 200 juta itu buat kebutuhan semua dan itu Ruben sudah tahu dari sebelum perceraian ya. Jadi jangan dibalik-balikin lagi bahwa 200 juta itu buat Sarwendah, itu menurut saya sesat,” kata Chris Sam Siwu dikutip Selasa, 23 Juni.
Chris menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan anak, termasuk biaya pendidikan, les, hingga aktivitas ekstrakurikuler yang mereka jalani.
“Jadi 200 (juta) itu anak-anak les, anak-anak semua kebutuhan segala macam itu pun dengan sukarela,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa mekanisme pembayaran yang selama ini diterapkan menggunakan sistem reimburse. Dengan sistem tersebut, biaya kebutuhan anak terlebih dahulu dikeluarkan oleh Sarwendah sebelum kemudian diganti.
“Dan itu pun dengan reimburse, reimburse artinya dibayar dulu (oleh Sarwendah). Jadi tolong itu juga dimasukkan agar beritanya berimbang,” tambah Chris.
Terkait persoalan nafkah yang menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir, Chris mengakui terdapat sejumlah kendala yang nantinya akan menjadi salah satu materi pembahasan dalam audiensi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Terkait nafkah mungkin Bang? Ruben tidak menafkahi? Itu nanti menjadi materi kita di KPAI lah yang pasti Ruben beberapa bulan ini tidak menafkahi lah ya,” ungkap Chris Sam Siwu.
Ia juga menegaskan bahwa Sarwendah tidak pernah memaksakan nominal tertentu kepada Ruben Onsu. Menurutnya, seluruh pengaturan terkait kebutuhan anak telah diketahui dan disepakati sejak sebelum perceraian terjadi.
“Wendah tidak pernah memaksa. Ruben sudah tahu. Bukan Wendah meminta atau menerima sejumlah uang tidak ada,” tutur Chris membela kliennya.
Bahkan, Chris berpendapat bahwa jika dana tersebut ditujukan untuk kebutuhan pribadi Sarwendah, nominalnya justru tidak sebanding dengan kebutuhan kliennya.
“Kalau untuk kepentingan Sarwendah ya kalau saya sampaikan juga terlalu kecil lah ya,” selorohnya.
Menurut Chris, hal yang paling berharga bagi Sarwendah saat ini bukanlah persoalan materi, melainkan kebahagiaan dan kesejahteraan anak-anaknya.
“Harta yang paling berharga buat Sarwendah hanya satu ya anak-anak ya. Jadi kalau pada teman-teman media pada bertanya tadi kerugian-kerugian itu nggak ada artinya lah ya,” kata Chris.
Ia juga membantah kabar yang menyebut Sarwendah mengalami stres hingga berat badannya turun akibat persoalan yang sedang dihadapi.
“Katanya berat badan turun 3 kilo? Oh nggaklah ya bukan stres kan saya bilang masalah terberatnya kalau seandainya anak-anaknya tidak bahagia,” ucapnya lagi.
Di akhir keterangannya, Chris berharap pemberitaan yang berkembang dapat lebih berimbang dan tidak memojokkan salah satu pihak. Ia juga menginginkan hubungan Sarwendah dan Ruben tetap berjalan baik demi kepentingan anak-anak mereka.
“Intinya adalah Sarwendah orang baik Ruben orang baik ya tolong beritanya kita bikin yang baik supaya mereka bisa selesai dengan baik,” pungkasnya.







