GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena aksi demonstrasi yang menurutnya didanai oleh pihak tertentu saat menghadiri puncak Pekan Nasional (Penas) XVII di Gorontalo. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan puluhan ribu peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengaku mengetahui adanya praktik pemberian uang kepada peserta aksi unjuk rasa. Ia bahkan menyebut terdapat mahasiswa yang menerima bayaran untuk mengikuti demonstrasi.
“Saya tahu lho mereka yang bayar-bayar demo itu. Ada mahasiswa yang dibayar Rp 200.000,” ujar Prabowo dikutip Rabu, 24 Juni.
Meski demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa persatuan dan kekompakan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama di tengah beragam perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat.
Prabowo menilai seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah. Menurutnya, kritik tetap memiliki peran penting dalam sistem demokrasi, namun perlu disampaikan secara proporsional dan membangun.
“Harusnya bangsa ini kompak. Kalau ada yang kurang ya tetap didukung dahulu, nanti begitu selesai pertandingan baru dikoreksi. Kayaknya kita tidak bangga dengan apa yang dihasilkan bangsa sendiri,” kata Prabowo.
Ia menambahkan, semangat persatuan menjadi salah satu modal utama bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan target-target pembangunan nasional yang telah ditetapkan.
Karena itu, Prabowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas perbedaan politik maupun kepentingan kelompok tertentu. Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas nasional menjadi kunci agar Indonesia mampu terus berkembang dan bersaing di tingkat global.







