JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan YTR, perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan dan penyekapan oleh kekasihnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan mendapatkan perawatan medis hingga proses rekonstruksi wajah selesai dilakukan.
Menurut Budi, pemerintah berkomitmen memberikan penanganan terbaik bagi korban yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat luka serius yang dideritanya.
“Kami akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi,” kata Budi dikutip Selasa, 23 Juni.
Budi menegaskan seluruh proses pengobatan korban akan dilakukan secara maksimal agar kondisi kesehatannya dapat pulih secara optimal.
“Kami berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin,” ucapnya.
Selain penanganan medis, pemerintah juga memberikan pendampingan dari sisi sosial dan ekonomi. Budi menjelaskan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta pemerintah daerah telah dilibatkan untuk membantu korban sesuai bidang masing-masing.
“Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPPA, dan kami bertiga sudah berkoordinasi,” ucap Budi.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat masih memburu pria berinisial TH yang diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR selama kurang lebih tiga tahun.
Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Untari, mengatakan penyidik terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang hingga kini belum berhasil diamankan.
Rumi menambahkan, proses penyidikan masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa yang dialami korban.
Kasus ini pertama kali terungkap setelah keluarga YTR menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang tidak dikenal. Pengirim pesan tersebut menginformasikan bahwa korban berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Setelah mendatangi rumah sakit, keluarga menemukan korban dalam kondisi memprihatinkan dengan luka berat di bagian kepala, wajah, dan kaki, serta luka ringan pada tangan.
Sebelum ditemukan di rumah sakit, keberadaan YTR tidak diketahui keluarganya selama sekitar tiga tahun. Dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialaminya kini tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum dan pemerintah







