TANGERANG SELATAN – Berada di ruangan ber-AC memang memberikan kenyamanan tersendiri, terutama ketika cuaca sedang terik. Suhu yang sejuk membantu tubuh terasa lebih rileks dan mendukung konsentrasi saat bekerja maupun beraktivitas. Namun, sebagian orang justru mengeluhkan munculnya rasa pegal setelah berlama-lama berada di dalam ruangan berpendingin udara.
Keluhan yang sering dirasakan antara lain leher terasa kaku, nyeri pada punggung, hingga ketidaknyamanan pada area persendian. Lantas, apakah kondisi tersebut disebabkan langsung oleh penggunaan AC? Simak penjelasan dari ahli bedah ortopedi berikut.
Mengapa Tubuh Mudah Pegal Saat Berada di Ruangan Ber-AC?
Dikutip dari Hindustan Times, Ketua sekaligus Kepala Ahli Bedah Ortopedi Rumah Sakit Welcare, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa rasa pegal yang muncul setelah terlalu lama berada di ruangan ber-AC bukan disebabkan langsung oleh pendingin udara. Kondisi tersebut lebih sering terjadi akibat kebiasaan duduk dalam waktu lama tanpa banyak bergerak.
“Pendingin udara tidak secara langsung menyebabkan radang sendi atau kerusakan tulang. Namun, kebiasaan terlalu lama diam di dalam ruangan ber-AC justru dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot,” jelas Dr. Mody.
Selain minim aktivitas, posisi duduk yang kurang tepat juga dapat memperburuk keluhan. Duduk dalam posisi membungkuk atau tidak ergonomis dalam jangka waktu panjang dapat memicu ketegangan pada otot. Akibatnya, nyeri pada leher, bahu, hingga punggung lebih mudah muncul.
Meski demikian, suhu dingin dari AC tetap memiliki pengaruh terhadap kondisi tubuh. Paparan udara dingin dapat membuat otot menjadi lebih kaku, mengurangi fleksibilitas, serta memperlambat sirkulasi darah.
Menurut Dr. Mody, efek tersebut biasanya lebih dirasakan oleh individu yang memiliki riwayat gangguan sendi, seperti osteoarthritis, nyeri punggung kronis, maupun cedera lama. Mereka cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suhu yang dingin.
Usia juga menjadi faktor yang berperan dalam munculnya rasa pegal. Seiring bertambahnya usia, massa otot dan kelenturan sendi akan berkurang sehingga tubuh menjadi lebih sulit beradaptasi dengan lingkungan bersuhu rendah.
Tak hanya itu, kurangnya paparan sinar matahari juga kerap menjadi penyebab yang luput dari perhatian. Terlalu sering berada di dalam ruangan ber-AC dapat mengurangi waktu seseorang terpapar sinar matahari, yang berpotensi menyebabkan kekurangan vitamin D.
“Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan penyerapan kalsium; kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelemahan otot, kelelahan, nyeri pada tulang, dan, dalam kasus yang parah, peningkatan risiko patah tulang,” kata Dr. Mody.
Tips Mencegah Tubuh Pegal Saat Berada di Ruangan Ber-AC
Kondisi tubuh pegal akibat terlalu lama berada di ruangan ber-AC sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa langkah sederhana. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:
- Atur suhu AC dengan bijak
Gunakan suhu ruangan yang nyaman dan tidak terlalu dingin. Suhu ideal berada di kisaran 24–26 derajat Celsius. - Hindari paparan AC secara langsung
Sebaiknya jangan duduk tepat di bawah hembusan AC. Jika diperlukan, gunakan jaket atau pakaian tambahan agar tubuh tetap hangat. - Rutin bergerak dan melakukan peregangan
Luangkan waktu untuk berdiri atau melakukan stretching setiap 30–45 menit guna menjaga kelancaran sirkulasi darah dan mengurangi kekakuan otot. - Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Meski berada di ruangan sejuk dan tidak banyak berkeringat, tubuh tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup setiap hari. - Gunakan kursi ergonomis
Pastikan posisi duduk mendukung postur tubuh yang baik. Jaga punggung tetap tegak dan hindari kebiasaan membungkuk terlalu lama. - Rajin berolahraga dan berjemur
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat membantu menjaga kesehatan otot dan sendi. Selain itu, paparan sinar matahari juga penting untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh.
Dengan menerapkan kebiasaan sehat tersebut, risiko munculnya rasa pegal saat bekerja atau beraktivitas di ruangan ber-AC dapat diminimalkan.







