JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk segera melakukan evakuasi menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi.
Gempa terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menegaskan langkah cepat perlu dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna dengan kedalaman 105 kilometer. Gempa tersebut dinilai berpotensi menimbulkan tsunami sehingga peringatan dini segera diterbitkan.
BMKG meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah mitigasi sesuai tingkat peringatan yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah juga diminta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.
Untuk wilayah yang berstatus Siaga tsunami, masyarakat diminta segera meninggalkan kawasan pesisir dan menuju lokasi yang lebih aman. Sementara bagi wilayah berstatus Waspada, warga diimbau menjauhi pantai, pelabuhan, muara sungai, dan area pesisir hingga ada informasi lebih lanjut.
BMKG menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, antara lain:
- Segera melakukan evakuasi dari wilayah pesisir yang berstatus Siaga tsunami.
- Menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai pada wilayah berstatus Waspada.
- Mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.
- Tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
- Memantau perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG.
Selain itu, masyarakat diminta tidak kembali ke kawasan pantai untuk sementara waktu sampai peringatan resmi dicabut oleh BMKG. Aktivitas di wilayah pesisir hanya dapat dilakukan kembali setelah dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi tersebut. Informasi mengenai perkembangan aktivitas tsunami dan kondisi wilayah terdampak akan terus diperbarui secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih melakukan pemantauan terhadap potensi tsunami yang dapat terjadi akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah guna memperoleh perkembangan terbaru serta menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.







