PEMAHAMAN tentang pengelolaan keuangan tidak hanya penting diajarkan saat seseorang beranjak dewasa saja, melainkan harus dikenalkan sejak usia dini. Faktanya, masih banyak anak-anak yang belum memahami perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Mereka cenderung ingin memiliki berbagai barang tanpa pertimbangan apakah barang tersebut benar-benar mereka butuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat. Dari kebiasaan tersebut akan muncul perilaku konsumtif yang terbentuk sejak usia dini.
Kebiasaan dalam mengelola keuangan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran yang dimulai sejak usia dini. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengenalkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan kepada anak-anak. Pemahaman tersebut menjadi dasar penting dalam membentuk pola pikir yang lebih bijak dalam menggunakan uang di masa depan.
Sebagai bentuk perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi, tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana Melalui Pengenalan Kebutuhan dan Keinginan pada Anak Usia Dini”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2026 di TK Kusuma Bangsa yang berlokasi di Ciledug, Kota Tangerang, dengan sasaran anak-anak usia dini. Melalui kegiatan edukasi tersebut, diharapkan sebagai langkah awal dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan dengan bijak.
Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Tim mahasiswa menyampaikan materi menggunakan media gambar, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab yang disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak diperlihatkan dengan berbagai contoh gambar yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, kemudian diminta mengelompokkan barang tersebut ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman bahwa kebutuhan merupakan hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu, seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan sekolah, sedangkan keinginan merupakan hal yang sifatnya tidak mendesak dan dapat dipenuhi setelah kebutuhan terpenuhi. Melalui kegiatan interaktif tersebut, anak-anak belajar memahami bahwa makanan bergizi, pakaian dan perlengkapan sekolah merupakan hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Sedangkan, jajanan, mainan, atau barang yang dibeli karena tren termasuk ke dalam kategori keinginan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Hal tersebut ditunjukkan melalui keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, mengikuti berbagai permainan edukatif yang diberikan, serta menyampaikan pendapat mereka mengenai contoh kebutuhan dan keinginan. Beberapa anak bahkan mampu membedakan contoh kebutuhan dan keinginan berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Dari situasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berjalan efektif, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta.
Ketua tim PKM, Aprillia Dwiyanti, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai kebutuhan dan keinginan. “Kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa tidak semua hal harus dimiliki saat itu juga. Dengan mengenali kebutuhan dan keinginan, mereka dapat belajar menentukan prioritas,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta maupun pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik. Meskipun materi yang diberikan masih bersifat sederhana, pengenalan konsep tersebut dapat menjadi langkah awal bagi peserta dalam membentuk pola piker finansial yang lebih bijak.
Dari kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peserta maupun lingkungan sekitar. Melalui pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa depan. Dengan demikian, edukasi keuangan sederhana tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan bagi anak-anak, tetapi juga merupakan investasi dalam membangun kebiasaan finansial yang baik sejak dini.
Penulis:
- Viga Destiana
- Reni Handayani
- Yuliana Walen Liwun
- Aprillia Dwiyanti
Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Akuntansi







