NAKURU – Sedikitnya 15 siswi dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran yang melanda asrama putri di Kabupaten Nakuru, Kenya, pada Rabu malam, 27 Mei 2026.
Kepolisian setempat pada Kamis 28 Mei mengatakan kepada Reuters bahwa sejumlah siswi lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden kebakaran di Sekolah Menengah Atas Utumishi Girls’ Academy, Gilgil. Hingga kini identitas para korban masih dalam proses pendataan.
Rekaman yang disiarkan stasiun televisi Citizen Television memperlihatkan kondisi bangunan pascakebakaran, dengan jendela pecah dan dinding yang dipenuhi noda asap.
Komandan senior Kepolisian Gilgil, Masoud Mwinyi, mengatakan sekitar 50 petugas diterjunkan untuk menyisir area sekitar asrama guna mencari kemungkinan korban yang melarikan diri saat kebakaran terjadi.
“Karena terkejut, takut, dan cemas, banyak orang keluar, dan itu terjadi di malam hari,” katanya dikutip Kamis, 28 Mei.
Kenya sendiri memiliki riwayat panjang terkait insiden kebakaran di lingkungan sekolah.
Data pemerintah mencatat lebih dari 60 kasus kebakaran terjadi di sekolah menengah negeri di Kenya sepanjang tahun 2018.
Sejumlah peneliti menyebut banyak kebakaran di sekolah-sekolah Kenya dipicu aksi protes siswa terhadap aturan disiplin yang ketat serta kondisi infrastruktur pendidikan yang dinilai kurang memadai.







