• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home MOTIVASI & INSPIRASI

Saat Rumah mulai Sepi di usia 50

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 25, 2026
in MOTIVASI & INSPIRASI, NEWS, OPINI
Reading Time: 2min read
Saat Rumah mulai Sepi di usia 50
221
SHARES
2.6k
VIEWS

BSD Serpong, di rumah yang perlahan kembali sunyi.

Kemarin saya sempatkan pulang ke rumah kami, di kota danau Tangerang Selatan setelah bekerja lama di kota pantai, Makassar.

Rumah yang kami bangun perlahan sejak tahun 2007,
saat anak bungsu kami baru saja lahir.

Rumah yang dulu dibangun dengan banyak harapan dan cinta.
Bukan hanya tentang tembok dan atap,
tetapi tentang mimpi sederhana: melihat anak-anak tumbuh di dalamnya. Memberinya rumah yang nyaman dan kasih sayang terbaik untuk mereka.

Dulu rumah ini terasa sempit, walaupun mereka punya kamar sendiri-sendiri.

Ada suara langkah kaki kecil, bermain atau berlarian.
Ada suara televisi atau musik hingga lantunan ayat suci yang tidak pernah benar-benar mati.
Ada sepatu sekolah di depan pintu.
Ada tas yang dilempar sembarangan.
Ada suara minta dibelikan sesuatu.
Ada pertengkaran kecil antar saudaranya.

Kadang melelahkan, kadang membosankan memang.

Tetapi kini saya mengerti…
justru itulah suara kehidupan yang dirindukan.

BACA JUGA :  Menyegarkan Pikiran dan Jiwa dengan Doa Pagi: Memulai Hari dengan Energi dan Motivasi yang Tinggi

Sekarang semuanya berubah perlahan.

Yang paling tua sudah mulai bekerja di bidang FnB Makassar.
Dan si bungsu,
yang lahir bersamaan dengan mulai dibangunnya rumah ini…
kini diterima di Fakultas Hukum, Kampus Udayana Bali.

Sebagai orang tua tentu ada rasa bangga.

Tetapi di balik bangga itu,
ada rasa sunyi yang datang diam-diam.

Karena sejak itu,
rumah ini mulai terasa berbeda, walaupun sudah direnovasi sebagian oleh sang istri.

Tak ada lagi tugas antar jemput anak sekolah.

Tak ada lagi terburu-buru pagi hari
menyiapkan sarapan atau memastikan mereka tidak terlambat.

Tak ada lagi pertanyaan sederhana: “Nanti pulangnya jam berapa?”

Tak ada lagi kesibukan menyiapkan makanan kesukaan mereka.

Tak ada lagi suara pintu kamar terbuka tutup.

Tak ada lagi rasa penasaran kecil sebagai orang tua:

“Dia lagi ngapain di kamar?”
“Sudah makan belum mereka?”
“PR-nya sudah selesai atau belum?”

BACA JUGA :  Pemerintah Luncurkan Cek Kesehatan Gratis di SMAN 6 Tangsel

Hal-hal kecil yang dulu terasa biasa…
ternyata adalah bagian paling hidup dari sebuah rumah.

Kini kamar-kamar itu masih ada.

Rapi.
Tenang.
Terlalu tenang. Tetap dirawat dengan baik oleh ibunya.

Dan justru itu yang membuat hati terasa penuh hikmah.

Kadang saya berjalan pelan melewati kamar mereka.

Melihat meja belajar yang dulu penuh buku.
Melihat sudut tempat mereka tumbuh besar. Melihat kasurnya yang sudah rapi semua.

Lalu tanpa sadar tersenyum sendiri….

Waktu ternyata sudah berjalan sangat cepat.

Anak-anak yang dulu digendong,
ditunggu di depan gerbang sekolah,
dibawakan makanan, diantar les,
dikhawatirkan tugas sekolahnya…
kini sudah punya jalan hidupnya sendiri.

Dan mungkin beginilah kehidupan sebagian orang tua.

Selama bertahun-tahun kita sibuk menjaga mereka tumbuh.

Lalu suatu hari…
kita harus belajar menerima bahwa mereka memang diciptakan untuk pergi jauh.

Bukan pergi meninggalkan cinta.

Tetapi pergi membawa bekal cinta itu ke kehidupannya sendiri.

BACA JUGA :  Penglihatan Tiba-Tiba Berubah? Waspadai Migraine Aura yang Sering Disalahartikan

Usia 50an mungkin memang usia
ketika manusia mulai belajar berdamai dengan perubahan.

Belajar menerima bahwa rumah tidak akan selamanya ramai.

Bahwa pada akhirnya,
anak-anak akan menemukan dunianya sendiri.

Dan orang tua perlahan kembali belajar hidup berdua… atau bahkan sendiri.
Seperti saat semuanya belum dimulai dulu.

Kemarin malam saya duduk cukup lama di sofa ruang tamu dan bahkan tiduran di karpetnya.

Rumah ini masih sama seperti dulu.

Tetapi saya sadar,
yang berubah bukan rumahnya.

Melainkan waktunya.

Dan ternyata…
hal-hal yang dulu sering membuat lelah,
kini justru menjadi hal yang paling dirindukan.

Mungkin benar,
cinta orang tua sering baru terasa sunyinya
saat rumah mulai kehilangan suara anak-anaknya.

Dan malam itu saya akhirnya mengerti:

kadang rumah yang paling sepi…
adalah rumah yang pernah dipenuhi keramaian setiap hari.

Salam Hangat

ASA | Asrulsani Abu, S.E., M.M.

Penulis buku, pengurus APINDO dan ALFI Sulselbar

Tags: inspirasimotivasiSepi di usia 50
Previous Post

KPK Panggil Boutique Manager INTime Milik Irwan Mussry terkait Kasus Fadia Arafiq

Next Post

Pemkot Tangsel Raih 2 Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah Terbaik dari BI

Related Posts

Andra Soni Dukung Target Kredit Rakyat Rp400 Triliun, UMKM Banten Jadi Sorotan
BANTEN

Andra Soni Dukung Target Kredit Rakyat Rp400 Triliun, UMKM Banten Jadi Sorotan

Oktober 23, 2026
2.4k
Dukung Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga
ADVERTORIAL

Dukung Elektrifikasi Desa dan Pemulihan Pascabencana, BRI Peduli Perluas Akses Energi Surya bagi Ribuan Keluarga

Oktober 23, 2026
2.5k
Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD
KESEHATAN

Sering Alami Asam Lambung Naik? Kenali Penyebab dan 5 Cara Mencegah GERD

Oktober 23, 2026
2.4k
Prakiraan Cuaca Tangsel 25 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Ringan
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel Jumat 23 Oktober 2026, Tujuh Kecamatan Berpotensi Hujan

Oktober 23, 2026
2.5k
Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan Upaya Mencaplok Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan Upaya Mencaplok Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Pemkot Tangsel Raih 2 Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah Terbaik dari BI

Pemkot Tangsel Raih 2 Penghargaan Digitalisasi Keuangan Daerah Terbaik dari BI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com