TANGERANG – Polisi berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap dua remaja di kawasan flyover Taman Cibodas, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Raden Muhammad Jauhari mengatakan ketiga pelaku berinisial MH, DP, dan GR diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif melalui rekaman CCTV dan penelusuran jalur pelarian para pelaku. Kasus tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan jalanan dan geng motor yang meresahkan masyarakat. Seluruh pelaku yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” kata Jauhari, dikutip Minggu, 24 Mei.
Menurut Kapolres, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 13 Mei sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu dua korban, Syarif Hidayat dan Dimas Ramdani, tengah mengendarai sepeda motor sepulang dari Jakarta menuju Tangerang.
Di kawasan Cimone, korban sempat terlibat cekcok dengan sekelompok pengendara motor lain di jalan raya. Meski korban berusaha menghindar, para pelaku diduga terus mengejar hingga ke flyover Taman Cibodas.
“Korban dikejar beberapa pelaku menggunakan dua sepeda motor. Setibanya di lokasi flyover, korban langsung diserang menggunakan senjata tajam,” katanya.
Akibat serangan tersebut, salah satu korban mengalami enam luka bacok di bagian punggung dan paha. Sementara korban lainnya menderita luka serius di bagian punggung hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Setelah menerima laporan, Polsek Jatiuwung bersama Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa rekaman CCTV di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi kelompok pelaku yang berasal dari wilayah Pasar Kemis hingga Serang. Dalam penggerebekan pada Jumat dini hari, 22 Mei, tiga pelaku akhirnya berhasil ditangkap di lokasi berbeda.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, senjata tajam jenis celurit, helm, pakaian yang dipakai saat kejadian, serta telepon genggam.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, aksi pembacokan dipicu persoalan sepele di jalan. Salah satu pelaku mengaku tersinggung karena merasa diperhatikan oleh korban.
“Pelaku kemudian mengejar korban bersama kelompoknya, memepet kendaraan korban, lalu melakukan pembacokan secara bersama-sama,” jelas polisi.
Selain melakukan penyerangan, kelompok tersebut juga diduga mencoba merampas barang milik korban. Salah seorang pelaku sempat berusaha mengambil kunci motor dan handphone korban, namun gagal karena korban melakukan perlawanan.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah keterlibatan dalam aksi kriminal dan kekerasan jalanan.
“Kita akan terus memburu pelaku lain dalam melakukan aksi kejahatan jalanan, termasuk otak utama aksi brutal,” ujarnya.







