LEBAK – Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak mengimbau seluruh jemaah calon haji asal Lebak agar tidak menggunakan media sosial secara berlebihan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus menghormati kenyamanan sesama jemaah. Pemerintah menilai penggunaan gawai yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi esensi spiritual dalam pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, mengatakan pihaknya telah memberikan pengingat kepada jemaah sejak pelaksanaan manasik agar lebih bijak menggunakan media sosial selama berada di Arab Saudi.
“Baik manasik yang diselenggarakan KBIHU maupun pemerintah, kami selalu menekankan kepada jemaah agar berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Hal-hal yang sekiranya dapat merugikan jemaah sendiri sudah kami informasikan sejak awal,” kata Halimatussadiah, Kamis, 14 Mei.
Menurutnya, kebiasaan merekam dan membagikan setiap aktivitas ibadah ke media sosial berpotensi mengurangi kekhusyukan. Padahal, ibadah haji merupakan momen spiritual yang membutuhkan ketenangan dan fokus batin.
“Kami mengimbau kepada para jemaah untuk bijak dalam bermedia sosial supaya pelaksanaan ibadahnya lebih khusyuk dan menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, hingga kini tidak terdapat aturan khusus yang melarang penggunaan telepon genggam di Makkah. Meski demikian, pemerintah tetap meminta para jemaah agar menggunakan media sosial secara proporsional dan tidak berlebihan.
“Kalau sebelumnya sebetulnya tidak ada larangan. Hanya saja pemerintah mengimbau untuk selalu bijak dalam penggunaan media sosial,” tegas Halimatussadiah.
Halimatussadiah juga menyebut pemerintah Arab Saudi kini semakin memperhatikan aktivitas digital para jemaah, termasuk dari Indonesia. Banyaknya unggahan aktivitas ibadah dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan privasi jemaah lain di kawasan suci.
“Pemerintah Arab Saudi mungkin merasa kurang nyaman dengan banyaknya jemaah yang ketika ibadah lebih banyak mengunggah ke media sosial. Karena itu kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk bijak menggunakan media sosial,” pungkasnya.







