ARTIKEL ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kenaikan harga dan perilaku konsumen melalui konsep elastisitas permintaan. Dengan menggunakan pendekatan teori ekonomi manajerial, dibahas bagaimana sensitivitas konsumen memengaruhi keputusan pembelian. Hasil analisis menunjukan bahwa dampak kenaikan harga berbeda-beda tergantung pada jenis produk.
Produk dengan elastisitas tinggi cenderung mengalami penurunan permintaan, sedangkan produk inelastic tetap dibeli oleh konsumen. Hal ini menunjukan bahwa elatisitas permintaan menjadi faktor penting dalam menentukan strategi penentapan harga yang efektif.
Pendahuluan
Latar Belakang
Dalam dunia bisnis, menaikan harga sering kali menjadi dilema bagi perusahaan. Di satu sisi, kenaikan harga dapat meningkatkan keuntungan per unit. Namun di sisi lain, ada risiko penurunan jumlah pembelian oleh konsumen. Pertanyaannya, apakah setiap kenaikan harga pasti membuat produk tidak laku?
Jawabannya tidak selalu. Ada produk yang tetap diminati meskipun herganya naik, bahkan ada yang penjualannya tetap stabil. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui konsep elastisitas permintaan, yang menjadi salah satu kunci penting dalam ekonomi manajerial untuk memahami perilaku konsumen terhadap perubahan harga.
Apa itu Elastisitas produk? Elastisitas produk, atau lebih tepatnya elastisitas permintaan, adalah ukuran yang menunjukan seberapa besar perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga.
Kenapa ada produk yang tetap laku meski harga naik? Ada beberapa alas an utama mengapa konsumen tetap membeli meskipun harga meningkat:
∙ Tidak ada pengganti [subsitusi]
Produk yang unik atau sulit digantikan cenderung tetap dibeli.
∙ Kebutuhan mendesak
Barang seperti obat atau bahan pokok tetap dibutuhkan.
∙ Kekuatan merek [brand]
Produk dengan brand kuat membuat konsumen tetap loyal.
∙ Gaya hidup dan prestise
Produk tertentu justru semakin diminati saat harganya naik karena dianggap lebih ekslusif
Rumusan Masalah
- Bagaimana pengaruh kenaikan harga terhadap jumlah permintaan produk? 2. Seberapa besar sensitivitas konsumen terhadap perubahan harga?
- Bagaimana peran elastisitas permintaan dalam strategi harga perusahaan?
Pertanyaan penelitian
- Apakah kenaikan harga selalu menyebabkan penurunan permintaan? 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi elastisitas permintaan?
- Bagaimana perusahaan memanfaatkan elastisitas dalam menentukan harga?
Hipotesis
- Kenaikan harga tidak selalu menurunkan permintaan secara signifikan. 2. Produk elastis lebih sensitive terhadap perubahan hara dibandingkan produk inelastis.
- Pemahaman elatisitas membantu perusahaan menentukan strategi harga yang optimal.
Tinjauan Pustaka
Elastisitas permintaan merupakan konsep yang digunakan untuk mengukur perubahan jumlah permintaan akibat perubahan harga. Elastisitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu elastis, inelastic, dan uniter. Produk elastis memiliki respon tinggi terhadap perubahan harga, sedangkan produk inelastic cenderung stabil.
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas antara lain keteersediaan barang subsitusi, tingkat kebutuhan, proposi pendapatan serta jangka waktu. Dalam ekonomi manajerial, konsep ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan harga dan strategi pemasaran.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relavan dengan elatisitas permintaan dan ekonomi manajerial.
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis menunujan bahwa respon konsumen terhadap kenaikan harga berbeda tergantung jenis produk. Produk elastis mengalami penurunan permintaan yang signifikan Ketika harga naik, sedangkan produk inelastic cenderung tetap stabil.
Kenaikan harga tidak selalu berdampak negative terhadap penjualan. Pada produk inelastic seperti kebutuhan pokok, konsumen tetap membeli meskipun harga meningkat. Hal ini disebabkan oleh sifat kebutuhan yang mendesak dan keterbatasan alternatif. Sebaliknya, pada produk elastis seperti barang sekunder, kenaikan harga dapat menyebabkan konsumen ke
produk lain. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami karakteristik produknya sebelum menetapkan harga.
Dalam ekonomi manajerial, pehaman elastisitas sangat penting untuk menentukan strategi harga yang tepat. Perusahaan dapat menaikan harga pada produk inelastic untuk meningkatkan keuntungan, sementara pada produk elastis dapat menggunakan strategi promosi untuk menjaga penjualan.
Simpulan
Kenaikan harga tidak selalu menyebabkan penurunan permintaan. Hal ini tergantung pada tingkat elastisitas produk. Produk inelastic cenderung tetap laku meskipun harga naik, Sedangkan produk elastis sangat sensitis terhadap perubahan harga. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami elastisitas permintaan untuk menentukan strategi harga yang efektif dan optimal
Daftar Pustaka
Lubis, A. H. (2026). Price dynamics and demand elasticity in the platform economy era: A quantitative analysis of the online retail sector in Indonesia. International Journal of Economics, 5(1), 1–17.
Mohammed, R., & Almojel, S. (2025). Elasticities of food import demand in Arab countries: Implications for food security and policy. Sustainability, 17(14), 6271.
Wardman, M. (2024). Investigating demand models with more flexible elasticity functions: Empirical insights from rail demand analysis. Transportation Research.
Oleksy-Gębczyk, A. (2024). The elasticity of demand and its role in consumer behaviour determination: A comparative analysis of Europe and the USA. Scientific Bulletin of Mukachevo State University.
Huque, R., Azad, A. K., & Ahmed, N. (2024). Own price elasticities of the demand for sugar sweetened beverages in Bangladesh. BMC Public Health, 24, 1020.
Jamissen, D., et al. (2024). The price elasticity of natural gas demand of small consumers in Germany during the energy crisis 2022. Energy Efficiency.
Fukasawa, T. (2024). The biases in applying static demand models under dynamic demand. Review of Industrial Organization.
Murjani, A. (2021). Price elasticity of demand for cigarette items: Evidence from South Kalimantan Province of Indonesia. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 4(2), 107–115.
Penulis:
1. Maesya Nurul Damayanti
2. Yeti H.Y Nauf
3. Zahra Wahyu Triandini







