JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan sebagian besar proyek pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua akan mulai beroperasi pada Juli 2026. Dari total 97 lokasi yang disiapkan, sebanyak 67 titik ditargetkan rampung sepenuhnya sesuai jadwal.
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan sebagian besar proyek dipastikan selesai tepat waktu, sementara lokasi lainnya meski belum sepenuhnya tuntas tetap diproyeksikan sudah bisa digunakan untuk operasional awal.
“Dari 90 lebih Sekolah Rakyat itu, 67 di antaranya insyaallah selesai tepat waktu. Sisanya mungkin belum semuanya, tetapi sudah bisa digunakan secara fungsional,” kata Gus Ipul, Minggu 3 Mei.
Ia menegaskan seluruh lokasi pembangunan ditargetkan dapat mulai dimanfaatkan pada Juli mendatang, setidaknya untuk mendukung proses pembelajaran tahap awal.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa di setiap lokasi, mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan terbanyak dalam program ini, yakni sebanyak 18 sekolah.
Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati dan wali kota, yang telah mendukung program ini dengan menyediakan lahan serta melengkapi persyaratan pembangunan.
Fasilitas yang disiapkan di setiap Sekolah Rakyat meliputi ruang belajar, asrama, perpustakaan, laboratorium, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang proses pendidikan secara menyeluruh.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, mekanisme penerimaan siswa dalam program ini tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Pemerintah menerapkan pola jemput bola untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang putus sekolah atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan.
“Kita jangkau anak-anak yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” ujar Gus Ipul.
Pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat nantinya memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau masuk ke dunia kerja sebagai tenaga terampil.







