JAKARTA– Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan bumbu siap pakai yang diracik khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia. Langkah ini dilakukan guna menjaga cita rasa khas masakan Nusantara di seluruh dapur penyajian yang tersebar di Mekkah dan Madinah.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, mengatakan bahwa bumbu tersebut telah dipersiapkan langsung dari Indonesia. “Ini sudah disiapkan dari Indonesia untuk keperluan memasak di Arab Saudi,” ujarnya dilansir dari RRI, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, menu makanan bagi jemaah telah disusun dalam siklus tujuh hari dengan variasi berbeda setiap harinya. Setelah hari ketujuh, menu akan kembali ke pola awal. Pada hari pertama, misalnya, jemaah akan disajikan sarapan berupa nasi uduk dengan ayam goreng bumbu rajang serta kacang teri balado.
Selain itu, penyedia layanan katering juga melibatkan tenaga juru masak asal Indonesia untuk menjaga kualitas rasa. Setiap dapur akan diisi dua chef Indonesia yang didampingi empat asisten lokal. Para juru masak tersebut telah mendapatkan pembekalan khusus terkait penggunaan bumbu paste dan teknik pengolahan menu.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia tidak terdampak oleh gejolak harga global. Ia menegaskan bahwa pihak katering tidak mengajukan perubahan harga meski terjadi fluktuasi harga bahan makanan di pasar lokal Arab Saudi.
“Tidak ada, pihak katering juga tidak meminta perubahan harga, meskipun di pasar lokal memang terjadi fluktuasi harga bahan makanan,” ujarnya.







