TANGERANG – Banjir yang melanda Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, masih merendam permukiman warga hingga hari kelima pada Rabu pagi 8 April 2026. Meski mulai surut, genangan air belum sepenuhnya hilang dan masih mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bencana ini diketahui telah terjadi sejak Sabtu, 4 April 2026, dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Cimanceuri. Saat ini, ketinggian air memang sudah menurun, namun genangan setinggi 20 hingga 50 sentimeter masih menutupi akses jalan di kawasan tersebut.
Kondisi ini membuat warga tetap kesulitan beraktivitas. Untuk keluar masuk permukiman, sebagian warga masih harus memanfaatkan perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Di sisi lain, sejumlah warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur yang mengotori lantai dan perabotan akibat banjir.
Dilansir dari http://beritasatu.com di lokasi pengungsian yang berada di Masjid Arrohman, beberapa warga masih bertahan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Mereka belum dapat kembali ke rumah karena kondisi yang belum memungkinkan.
Salah satu warga, Lilis, mengaku sudah mengungsi selama empat hari setelah rumahnya terendam hingga ketinggian sekitar dua meter. Ia mengatakan seluruh warga terdampak harus meninggalkan rumah dan tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Ia juga menyebut banjir di wilayah tersebut bukan hal baru, karena Desa Pasir Bolang kerap terdampak luapan Sungai Cimanceuri hampir setiap bulan.







