JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi isu perombakan Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut akan dilakukan pada April 2026. Ia menegaskan bahwa reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Terkait kepastian waktu pelaksanaan, Teddy tidak memberikan jawaban pasti dan meminta publik menunggu pernyataan langsung dari kepala negara.
“Tunggu saja, nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah kabar adanya reshuffle dalam waktu dekat. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait perombakan kabinet.
“Belum ada, belum ada reshuffle,” katanya.
Sebagai informasi, reshuffle terakhir dilakukan pada 5 Februari 2026. Saat itu, Presiden melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang beralih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Perubahan tersebut juga diikuti dengan pergeseran posisi di Bank Indonesia, di mana Thomas menggantikan posisi Juda Agung setelah yang bersangkutan mundur dari jabatan sebelumnya.
Meski isu reshuffle kembali mencuat, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda resmi, dan keputusan sepenuhnya berada di tangan Presiden.







