TANGERANG – Banjir masih menggenangi ratusan rumah warga di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh hingga Minggu (5/4/2026) malam. Air yang tak kunjung surut membuat sebagian warga terpaksa mengungsi, sementara lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing.
Dilansir dari http://beritasatu.com Lurah Petir, Budi Wasono, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya kerap terjadi akibat kiriman air dari daerah hulu, meski di lokasi tidak turun hujan.
“Wilayah kami sering tidak hujan, tetapi tetap kebanjiran karena kiriman air dari atas, seperti dari Bogor,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi penyebab utama genangan sulit surut. Bahkan, air yang sempat berkurang pada malam hari kembali naik pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, sehingga memperluas area terdampak.
Ketinggian air di sejumlah titik saat ini berkisar antara 20 sentimeter hingga sekitar 1 meter. Warga yang memiliki rumah bertingkat pun memilih tetap bertahan karena masih memungkinkan untuk beraktivitas di lantai atas.
Pemerintah Kota Tangerang sendiri telah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembelian lahan untuk normalisasi dan pelebaran aliran kali.
“Pemerintah sudah menyiapkan lahan dan akan melakukan pembelian. Ada sekitar 38 bidang yang akan dibayarkan oleh Dinas PUPR Kota Tangerang,” kata Budi.
Ia menambahkan, program pelebaran aliran kali akan dilanjutkan, mengingat sebagian lahan sebenarnya sudah dimiliki pemerintah sejak 2014.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi permanen untuk mengurangi risiko banjir, terutama yang disebabkan oleh kiriman air dari wilayah hulu.







