TANGERANG SELATAN – Selama Ramadan, tidak sedikit orang yang merasakan kantuk berat setelah berbuka puasa. Padahal sebelumnya tubuh masih terasa cukup bugar meski telah menahan lapar dan haus sepanjang hari. Rasa kantuk setelah makan saat berbuka sebenarnya merupakan kondisi yang cukup umum dan berkaitan dengan cara tubuh merespons makanan setelah berjam-jam tidak menerima asupan.
Memahami penyebab munculnya rasa kantuk ini penting agar pola makan saat berbuka bisa diatur dengan lebih baik sehingga tubuh tetap berenergi hingga malam hari.
Dalam dunia medis, seperti dikutip dari The Daily Star, rasa kantuk setelah makan dikenal sebagai postprandial somnolence atau sering disebut juga sebagai food coma. Kondisi ini muncul ketika tubuh memusatkan energi untuk mencerna makanan yang baru dikonsumsi. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rileks dan aktivitas fisik maupun mental dapat melambat untuk sementara waktu. Efek ini biasanya terasa lebih kuat jika seseorang makan dalam jumlah besar saat berbuka.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan rasa mengantuk setelah berbuka puasa.
1. Perubahan aktivitas sistem saraf
Saat makanan masuk ke dalam tubuh setelah berbuka, sistem saraf parasimpatis akan bekerja lebih aktif untuk membantu proses pencernaan. Mekanisme ini dikenal sebagai kondisi “rest and digest”, yaitu ketika tubuh memprioritaskan pemulihan dan pengolahan makanan. Di sisi lain, aktivitas sistem saraf yang menjaga kewaspadaan menurun sehingga tubuh terasa lebih santai dan mudah mengantuk.
2. Makan dalam porsi terlalu besar
Setelah seharian berpuasa, sebagian orang cenderung makan dalam jumlah yang banyak saat berbuka. Porsi makanan yang berlebihan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Energi tubuh pun lebih banyak dialihkan untuk membantu proses tersebut sehingga tubuh terasa lelah dan mengantuk.
3. Lonjakan kadar gula darah
Menu berbuka sering kali didominasi makanan manis atau tinggi karbohidrat. Jenis makanan ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat setelah tubuh lama tidak mendapatkan asupan. Untuk menstabilkannya, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah lebih banyak. Perubahan kadar gula darah yang cukup drastis ini dapat menimbulkan rasa lemas sekaligus kantuk.
4. Pengaruh hormon yang berkaitan dengan tidur
Beberapa makanan dapat memengaruhi produksi hormon yang berhubungan dengan rasa tenang dan kantuk. Setelah makan, tubuh dapat meningkatkan produksi serotonin yang memberikan efek rileks. Hormon tersebut kemudian dapat berubah menjadi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Hal inilah yang membuat seseorang lebih mudah mengantuk setelah berbuka.
5. Aliran darah lebih banyak menuju sistem pencernaan
Ketika proses pencernaan berlangsung, tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke organ pencernaan seperti lambung dan usus agar makanan dapat diolah dengan baik. Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih lambat dan sedikit lesu sehingga muncul keinginan untuk beristirahat.
Rasa kantuk setelah berbuka puasa sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap proses pencernaan. Meski demikian, kondisi ini dapat dikurangi dengan mengatur porsi makan, memilih makanan bergizi seimbang, serta tidak langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka. Melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai juga dapat membantu proses pencernaan sehingga tubuh tetap terasa lebih segar.







