TANGERANG SELATAN – Mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa memang sering dianjurkan. Makanan dengan rasa manis dapat membantu mengembalikan energi tubuh yang hilang setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, konsumsi makanan manis tetap perlu dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.
Saat berbuka puasa, banyak orang memilih minuman atau makanan manis karena tubuh sudah tidak mendapatkan asupan energi selama lebih dari 12 jam. Dengan mengonsumsi makanan manis, energi yang hilang bisa kembali lebih cepat sehingga tubuh terasa lebih segar.
Meski demikian, anjuran tersebut kerap disalahartikan sebagai alasan untuk mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Padahal, asupan gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara drastis.
Karena itu, penting untuk mengetahui batas aman konsumsi makanan manis saat berbuka puasa.
Batas Aman Konsumsi Gula Saat Berbuka
Makanan manis adalah jenis makanan yang mengandung kadar gula cukup tinggi, baik gula alami maupun gula tambahan. Dalam menu berbuka puasa, gula memang menjadi salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh.
Namun, jumlah gula yang dikonsumsi saat Ramadan sebaiknya tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa.
Menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), batas aman konsumsi gula bebas adalah maksimal 12 sendok teh atau sekitar 4 sendok makan per hari.
Gula bebas yang dimaksud meliputi gula tambahan pada makanan dan minuman olahan, gula dalam permen, serta gula alami yang terdapat pada madu, sirup, jus buah, dan konsentrat buah.
Selama bulan puasa, waktu makan hanya terjadi saat sahur dan berbuka. Oleh karena itu, konsumsi gula sebaiknya diatur dengan lebih banyak dikonsumsi saat berbuka dibandingkan saat sahur.
Hal ini karena tubuh telah kehilangan banyak energi setelah berpuasa selama lebih dari 12 jam. Asupan makanan manis saat berbuka dapat membantu memulihkan energi dengan lebih cepat.
Sebagai gambaran, dari total kebutuhan gula sekitar 4 sendok makan per hari, Anda bisa membaginya dengan mengonsumsi sekitar 1–2 sendok makan saat sahur dan 2–3 sendok makan saat berbuka puasa.
Yang terpenting adalah menghindari konsumsi gula berlebihan saat sahur karena dapat membuat tubuh lebih cepat lapar dan berpotensi mengganggu kelancaran puasa.
Tips Menghindari Konsumsi Gula Berlebihan Saat Puasa
Agar asupan gula tetap terkontrol selama Ramadan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Pertama, kurangi tambahan gula saat mengonsumsi minuman seperti teh atau kopi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sebaiknya lebih banyak mengonsumsi air putih atau minuman tanpa pemanis.
Kedua, jika ingin mengonsumsi minuman manis, pastikan jumlah gulanya tetap dalam batas wajar sesuai kebutuhan harian.
Ketiga, gantilah camilan manis seperti biskuit, kue kering, atau makanan olahan lainnya dengan buah-buahan segar yang lebih sehat.
Dengan mengatur konsumsi makanan manis secara bijak, tubuh tetap bisa mendapatkan energi yang dibutuhkan tanpa meningkatkan risiko masalah kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.







