TANGERANG SELATAN– Pusing menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami sebagian orang saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Kondisi ini umumnya muncul akibat perubahan pola makan, waktu istirahat, serta asupan cairan yang berbeda dari hari biasa.
Keluhan pusing biasanya terasa pada siang hingga menjelang sore hari ketika cadangan energi tubuh mulai menurun. Pada sebagian orang, gejala yang muncul tergolong ringan. Namun dalam kondisi tertentu, pusing dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Memahami penyebab pusing saat berpuasa menjadi langkah penting agar kondisi tersebut dapat dicegah sejak awal. Dengan menerapkan pola hidup yang tepat, ibadah puasa tetap dapat dijalankan secara optimal tanpa gangguan berarti.
Melansir laman RRI, pusing saat berpuasa berkaitan dengan perubahan fisiologis tubuh ketika tidak ada asupan makanan dan minuman dalam waktu tertentu. Selama puasa, tubuh akan beradaptasi dengan menggunakan cadangan energi, mengatur keseimbangan cairan, serta menyesuaikan tekanan darah.
Berikut beberapa penyebab pusing saat berpuasa yang perlu diketahui:
1. Dehidrasi
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga berisiko mengalami dehidrasi ringan hingga sedang. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan volume darah yang berdampak pada sirkulasi ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.
2. Gula Darah Menurun
Puasa membuat tubuh menggunakan cadangan energi lebih lama dari biasanya. Jika asupan karbohidrat saat sahur tidak mencukupi, kadar gula darah dapat menurun secara bertahap sepanjang hari dan memicu rasa pusing.
3. Tekanan Darah Rendah
Pada sebagian orang, puasa dapat memicu penurunan tekanan darah akibat perubahan pola makan dan cairan. Pusing kerap muncul ketika seseorang berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring (hipotensi ortostatik).
4. Kurang Tidur
Perubahan jadwal tidur selama Ramadan, seperti tidur lebih larut dan bangun lebih pagi untuk sahur, dapat mengurangi waktu istirahat. Kurang tidur memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf sehingga keluhan pusing lebih mudah terjadi.
5. Asupan Gizi Tidak Seimbang
Mengonsumsi makanan terlalu manis saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, kemudian turun drastis. Selain itu, kekurangan protein, karbohidrat kompleks, serta mineral penting juga dapat memperberat keluhan pusing.
Secara fisiologis, berkurangnya cairan dan energi dapat memengaruhi aliran darah ke otak. Akibatnya, kepala terasa ringan, berkunang-kunang, tubuh cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan mudah merasa lemas.
Tingkat keparahan pusing saat puasa berbeda pada setiap individu. Pusing ringan biasanya berlangsung sesaat dan membaik setelah beristirahat. Pusing sedang mulai mengganggu aktivitas dan disertai rasa lemas serta sulit fokus. Sementara itu, pusing berat dapat disertai mual hebat, penglihatan kabur, hingga nyeri dada yang memerlukan perhatian medis.
Cara Mencegah dan Mengatasi Pusing Saat Puasa
Agar puasa tetap berjalan lancar, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
-
Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur.
-
Jangan melewatkan sahur dan pilih menu bergizi seimbang agar energi bertahan lebih lama.
-
Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah untuk menjaga kestabilan gula darah.
-
Hindari berdiri secara tiba-tiba guna mencegah penurunan tekanan darah mendadak.
-
Pastikan waktu tidur cukup dan berkualitas, minimal enam hingga tujuh jam per hari.
Pusing saat berpuasa perlu diwaspadai apabila tidak membaik meski sudah beristirahat cukup. Segera periksakan diri ke tenaga kesehatan jika keluhan disertai pingsan, muntah hebat, atau nyeri dada.
Dengan menjaga pola makan, cairan, dan istirahat yang seimbang, keluhan pusing saat puasa dapat diminimalkan sehingga ibadah Ramadan tetap dapat dijalani dengan nyaman dan khusyuk.







