JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, membidik tiga poin saat menjamu PSM Makassar pada lanjutan pekan ke-22 Super League 2025/2026. Meski demikian, Macan Kemayoran dipastikan tampil tanpa kapten tim Rizky Ridho.
Rizky Ridho harus absen setelah menerima akumulasi kartu kuning. Bek Timnas Indonesia itu mengoleksi kartu kuning ketujuh musim ini saat Persija menang 1-0 atas Bali United pada pekan sebelumnya.
Selain Ridho, Persija juga kehilangan bek tengah Paulo Ricardo yang mengalami cedera hamstring dan masih dalam pemantauan tim medis.
“Dua-duanya tidak bisa bermain. Satu cedera, satu akumulasi. Tapi kami punya pemain di bangku cadangan yang bisa ganti mereka. Kami akan mencoba menaruh di dalam lapangan formasi terbaik mungkin,” kata Souza dalam jumpa pers pra-pertandingan di Jakarta International Stadium, Kamis, (19/2).
“Jadi itu satu momen untuk grup kami kasih lihat kualitas yang kita punya. Tidak ada yang bisa dilakukan mengenai situasi Ridho. Kita harus cari solusi di dalam grup kita. Dua pemain penting di dalam tim tidak bisa main. Tapi semua pemain saya kasih untuk main, saya percaya,” lanjut dia.
Untuk mengisi kekosongan di lini belakang, Souza masih memiliki sejumlah opsi, termasuk Thales Lira dan Jordi Amat di posisi bek tengah.
Meski tidak tampil dengan kekuatan penuh, pelatih asal Brasil itu tetap optimistis timnya mampu meraih kemenangan, terlebih Persija akan bermain di kandang sendiri.
“Kami memiliki tim yang sangat termotivasi untuk pertandingan besok. Kami berharap bisa memainkan laga yang besar di sini dan keluar dengan tiga poin,” ujar dia.
Persija akan menjamu PSM Makassar pada Jumat (20/2/2026) di Jakarta International Stadium. Pada pertemuan pertama musim ini yang dimainkan di Parepare, Persija harus menelan kekalahan 0-2 dari PSM.
Saat ini, Persija menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 44 poin, terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Sementara itu, PSM berada di posisi ke-13 dengan 23 poin.
Di sisi lain, pelatih PSM, Tomas Trucha, menegaskan timnya datang ke Jakarta dengan tekad mencuri poin, meski mengakui performa Juku Eja tengah belum stabil.
“Kami sedang naik turun dan sedikit kesulitan dalam hasil. Tapi pertandingan seperti ini berbeda. Kami datang untuk bertarung, menantang Persija, dan berusaha mendapatkan poin,” kata dia dalam jumpa pers pra-pertandingan, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut dia, laga ini mempertemukan dua klub besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia, sehingga peluang tetap terbuka bagi kedua tim.
Dia juga menegaskan timnya tidak terpengaruh catatan kandang Persija. Statistik, kata dia, hanya menjadi cerita sebelum pertandingan, sedangkan hasil ditentukan oleh performa di lapangan.
“Statistik itu hanya cerita sebelum laga. Saat pertandingan dimulai, itu 11 lawan 11 selama 90 menit. Kami hanya fokus memberikan yang terbaik,” ujar dia.
Terkait atmosfer stadion yang dikenal intim karena jarak tribun dekat dengan lapangan, dia menilai kondisi tersebut justru positif untuk pertandingan.
“Setiap stadion punya jiwa dan desain masing-masing. Jika tribun dekat dengan lapangan, itu bagus untuk sepak bola dan berlaku untuk kedua tim,” katanya.
Dia juga tidak mempermasalahkan kualitas lapangan karena kondisi tersebut akan dihadapi secara sama oleh tim tuan rumah maupun tim tamu.
“Kami belum melihat langsung lapangannya, tapi itu sama untuk kedua tim. Bukan keuntungan atau kerugian, kami hanya harus beradaptasi dan memainkan sepak bola yang kami inginkan,” tambah dia.
Sementara itu, pemain PSM Ananda Raehan menyebut kemenangan pada pertemuan pertama musim ini menjadi motivasi tambahan bagi timnya.
“Mungkin itu menjadi motivasi supaya kami bisa meraih kemenangan kembali di sini,” ujar dia.
PSM saat ini menghuni posisi ke-13 klasemen sementara dengan 23 poin, sedangkan Persija bertengger di posisi ketiga dengan 44 poin. Duel kedua tim diprediksi berlangsung sengit demi menjaga peluang masing-masing di papan klasemen Super League 2025/2026.







