JAKARTA – BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 61 rukun tetangga (RT) dan enam ruas jalan tergenang banjir hingga pukul 07.00 WIB, Jumat (20/2/2026).
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan puluhan RT tersebut tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 61 RT dan enam ruas jalan tergenang,” kata dia di Jakarta, Jumat.
Di Jakarta Barat, terdapat tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter (cm) akibat curah hujan tinggi.
Sementara itu, di Jakarta Selatan terdapat 58 RT terdampak. Satu RT di Cilandak Barat terendam dengan ketinggian 50 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Kemudian, dua RT di Lebak Bulus terendam dengan ketinggian 20–60 cm yang dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Grogol Mampang.
Sebanyak tiga RT di Cipete Utara terendam hingga 110 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
“Lalu, 39 RT di Petogogan dengan ketinggian 40–75 cm, yang disebabkan curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut, serta luapan penghubung (PhB) Nipam,” ujar dia.
Selain itu, dua RT di Cilandak Timur terendam dengan ketinggian 80–120 cm akibat luapan Kali Krukut dan hujan deras.
Kemudian, lima RT di Bintaro terendam 40 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan dan curah hujan tinggi. Lima RT di Pesanggrahan terendam 60–70 cm akibat luapan Kali Uangan, serta satu RT di Ulujami terendam 80 cm karena faktor serupa.
Selain permukiman, genangan juga terjadi di enam ruas jalan. Jalan Gaya Motor Raya, Kebon Bawang, Jakarta Utara, tergenang setinggi 30 cm. Jalan Strategi Raya dan Jalan Basoka Raya di Joglo, Jakarta Barat, masing-masing tergenang 30 cm dan 40 cm.
Kemudian, Jalan Srengseng Raya, Jakarta Barat, tergenang 20 cm. Jalan Ciledug Raya (depan SPBU Shell), Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, tergenang 30 cm, serta Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, Jakarta Selatan, tergenang hingga 60 cm.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
Bersama lurah dan camat setempat, unsur terkait juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. BPBD menargetkan genangan dapat segera surut dalam waktu cepat.







