TANGERANG SELATAN – Menentukan waktu minum kopi selama bulan Ramadan menjadi perhatian penting bagi pecinta kopi yang tetap ingin mengonsumsi kafein tanpa mengganggu ibadah puasa. Selama Ramadan, umat Islam menjalani puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, sehingga pola makan dan minum mengalami perubahan signifikan.
Perubahan tersebut membuat konsumsi kopi tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika diminum pada waktu yang kurang tepat, kopi berpotensi memicu peningkatan asam lambung hingga menyebabkan dehidrasi.
Lalu, kapan waktu minum kopi yang dianjurkan selama Ramadan?
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, waktu yang disarankan untuk mengonsumsi kopi adalah sekitar satu hingga dua jam setelah berbuka puasa. Pada rentang waktu tersebut, lambung telah terisi makanan sehingga lebih siap menerima kafein dan risiko gangguan lambung dapat ditekan.
Selain waktu konsumsi, jumlah kafein juga perlu diperhatikan. Secara umum, asupan kafein sebesar 50–200 miligram masih tergolong aman bagi orang dewasa sehat. Namun, tingkat sensitivitas terhadap kafein dapat berbeda pada setiap individu.
Sebaliknya, konsumsi kopi pada waktu tertentu justru dianjurkan untuk dihindari. Minum kopi larut malam atau mendekati waktu tidur dapat meningkatkan risiko gangguan tidur atau insomnia. Selain itu, kopi juga tidak disarankan diminum saat sahur karena memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi menyebabkan dehidrasi selama berpuasa.
Untuk tetap aman selama Ramadan, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi maksimal satu hingga dua cangkir per hari. Kandungan kafein dalam satu cangkir kopi umumnya berkisar antara 80–120 miligram, tergantung jenis dan metode penyeduhan. Mengurangi konsumsi dapat membantu mencegah efek samping seperti jantung berdebar atau rasa gelisah.
Pemilihan jenis kopi juga perlu diperhatikan. Kopi tanpa gula atau dengan sedikit pemanis dinilai lebih baik untuk mencegah lonjakan gula darah setelah berbuka. Selain itu, kopi sebaiknya tidak diminum saat perut kosong karena dapat meningkatkan produksi asam lambung, terutama bagi penderita maag atau GERD.
Terakhir, kebutuhan cairan tubuh tetap harus dijaga. Mengingat kopi memiliki efek diuretik ringan, disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih sekitar enam hingga delapan gelas per hari yang dibagi dari waktu berbuka hingga sahur guna mencegah dehidrasi selama berpuasa.







