JAKARTA – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577 dan Ramadan 1447 Hijriah, Pemkot Jakarta Pusat terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan di sejumlah pasar tradisional maupun modern di wilayah Jakarta Pusat.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan pemantauan difokuskan pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, telur, daging ayam, daging sapi, hingga beras.
“Harga telur mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000,” ujar Arifin dikutip Minggu, 15 Februari.
Selain telur, harga bawang juga tercatat naik sekitar Rp5.000. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang melonjak hingga Rp20.000. Sementara itu, harga daging ayam juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp35.000 per kilogram menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.
Menurut Arifin, kenaikan harga sejumlah bahan pangan tersebut dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa daerah sentra produksi. Meski demikian, ia memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di wilayah Jakarta Pusat masih dalam kondisi aman.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap lonjakan harga tersebut dapat segera dikendalikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Kenaikan harga ini akan kami evaluasi untuk melihat faktor-faktor yang memicu peningkatan,” kata Arifin.







