MAJALAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat lima rumah mengalami kerusakan berat akibat banjir yang dipicu jebolnya tanggul di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, pada Kamis dini hari.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengatakan selain lima rumah rusak berat, terdapat tujuh rumah lain yang mengalami kerusakan sedang. Total warga terdampak mencapai 310 kepala keluarga (KK) atau sekitar 660 jiwa.
“Penanganan darurat dampak bencana tanggul jebol ini melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat. Data sementara mencatat lima rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang, dengan total warga terdampak 310 KK atau kurang lebih 660 jiwa,” ujar Asep di Bandung, Kamis (12/2).
Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengevakuasi 18 warga, terdiri atas dua lanjut usia, satu balita, satu penyandang disabilitas, serta 14 warga lainnya.
BPBD bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan Saung Sandiwara, Posgab MAPASI, dan Mapolsek Majalaya telah melakukan penanganan di lokasi terdampak sejak kejadian.
Berdasarkan pembaruan kondisi pada Kamis pagi, genangan air dilaporkan telah surut. Akses jalan utama kembali dapat dilalui dan aliran listrik di wilayah terdampak sudah kembali normal.
Meski demikian, petugas masih menemukan lumpur yang mengendap di sejumlah titik jalan serta tumpukan material dan rongsokan yang terbawa arus banjir.
“Kami masih membutuhkan alat berat dan truk pengangkut sampah untuk mempercepat pembersihan lumpur dan sisa material banjir,” kata Asep.
BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, di antaranya makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus bagi bayi dan lanjut usia.
Pendataan lanjutan akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan kerja bakti pembersihan wilayah terdampak bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.







