JAKARTA- Penyelidikan terkait meninggalnya konten kreator Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, masih terus dilakukan kepolisian. Aparat telah menyelesaikan pemeriksaan awal tempat kejadian perkara (TKP) dan menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan jenazah.
Di tengah beredarnya berbagai spekulasi di media sosial mengenai penyebab kematian Lula Lahfah, pihak kepolisian meminta publik untuk menunggu hasil penyelidikan resmi. Polisi menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi unsur kekerasan maupun penganiayaan.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Sabtu (2/1/2026).
“Tidak ada tanda kekerasan,” ujar Iskandarsyah.
Meski demikian, Iskandarsyah menjelaskan bahwa penyebab pasti kematian seseorang umumnya dapat diketahui melalui proses autopsi secara menyeluruh. Namun, dalam kasus meninggalnya Lula Lahfah, terdapat permohonan khusus dari pihak keluarga.
Pihak keluarga disebut telah menerima kepergian Lula dan mengajukan permohonan agar jenazah tidak dilakukan autopsi. “Dari keluarga ada permohonan untuk tidak diotopsi,” katanya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit guna menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, penyidik juga masih mendalami keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian, termasuk asisten rumah tangga dan asisten pribadi mendiang Lula.
Sementara itu, jenazah Lula Lahfah telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1/2026).







