DI tengah dinamika pendidikan kejuruan dan perkembangan sosial yang semakin kompleks, remaja dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik, tekanan sosial, serta tantangan dalam menentukan arah masa depan. Kondisi tersebut menjadikan kesehatan mental dan self awareness sebagai aspek penting yang perlu dipahami sejak dini, khususnya oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kestabilan emosional, tetapi juga mencakup kemampuan individu dalam mengenali diri, mengelola stres, serta berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sekitar.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan meningkatkan self awareness pada siswa. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya preventif dan edukatif untuk membantu siswa memahami kondisi psikologis diri mereka sendiri serta menyadari pentingnya keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.

Self awareness atau kesadaran diri merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter remaja. Melalui peningkatan kesadaran diri, siswa diharapkan mampu mengenali emosi, memahami kekuatan dan kelemahan diri, serta mengelola tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan kejuruan, self awareness juga berperan dalam membentuk sikap profesional, kemampuan mengambil keputusan, serta kesiapan mental menghadapi dunia kerja.
Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan melalui metode edukatif dan partisipatif, seperti diskusi interaktif, studi kasus sederhana, simulasi situasi yang sering dialami siswa, serta refleksi diri. Pendekatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan materi dengan pengalaman nyata yang mereka hadapi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental remaja, seperti tekanan akademik, penggunaan gadget secara berlebihan, pola tidur yang tidak teratur, kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat, serta pengaruh lingkungan sosial. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Pengenalan self awareness membantu siswa menjadi lebih peka terhadap perasaan, sikap, dan perilaku diri sendiri. Peningkatan kesadaran diri ini berdampak positif terhadap kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun hubungan sosial yang lebih sehat dengan teman sebaya maupun guru. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan kemampuan dalam mengelola stres yang muncul selama proses pendidikan.
Hasil pelaksanaan kegiatan PKM di SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan menunjukkan respons yang positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan, lebih berani menyampaikan pendapat, serta mampu merefleksikan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan kesehatan mental. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, implementasi edukasi kesehatan mental dan self awareness melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembentukan karakter siswa SMK Negeri 1 Kota Tangerang Selatan yang sehat secara psikologis, memiliki kesadaran diri yang baik, serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan.
Penulis:
Kelompok 1
1. Muhammad Aprizal (Jurusan Manajemen)
2. Raza Adrian Ananta (Jurusan Manajemen)
3. Ida Matus Silmi (Jurusan Manajemen)
Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang







