• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home ADVERTORIAL

Hadir di WEF 2026, CEO BRI Beberkan Tantangan Utama Pembiayaan Berkelanjutan di Emerging Markets

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Januari 21, 2026
in ADVERTORIAL, EKONOMI, EKONOMI BISNIS, NEWS
Reading Time: 3min read
Hadir di WEF 2026, CEO BRI Beberkan Tantangan Utama Pembiayaan Berkelanjutan di Emerging Markets

Foto: Dok. BRI

308
SHARES
4k
VIEWS

Davos, SWISS – Tantangan utama pembiayaan berkelanjutan di negara berkembang bukan terletak pada kurangnya komitmen atau ketersediaan modal global, melainkan pada kemampuan eksekusi di tingkat lokal. Bank lokal dinilai memiliki peranan penting sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam diskusi panel bertajuk “Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets”, yang diselenggarakan di Indonesian Pavillion di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Selasa (20/1).

“Ketika kita berbicara tentang keberlanjutan di emerging markets, pertanyaan sesungguhnya bukan soal ambisi, melainkan eksekusi. Modal untuk keberlanjutan sebenarnya sudah tersedia secara global. Tantangannya adalah bagaimana memindahkan modal tersebut secara aman, efisien, dan berskala ke tempat yang paling membutuhkan,” ujar Hery.

Hery menjelaskan bahwa di negara berkembang, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peran krusial dalam perekonomian. Sektor ini menciptakan lapangan kerja, menopang rantai pasok lokal, serta menjadi jangkar ketahanan komunitas. Namun demikian, UMKM kerap tidak menjadi bagian utama dalam diskusi global mengenai pembiayaan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Mudik Tenang, Transaksi Aman! Ada 1 Juta AgenBRILink, Transaksi Masyarakat Semakin Dekat dan Mudah

Menurutnya, tidak akan ada transisi hijau maupun pertumbuhan inklusif yang berhasil tanpa keterlibatan UMKM. “Pembiayaan berkelanjutan harus bersifat inklusif. Transisi hanya akan berhasil jika UMKM bergerak maju bersama, bukan tertinggal,” tegasnya.

Dalam konteks global, Hery menyoroti pentingnya peran bank lokal sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil. Menurutnya, tanpa kemampuan eksekusi di tingkat lokal, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan sulit menjangkau kebutuhan nyata di lapangan.

Pandangan tersebut sejalan dengan perspektif investor global. Presiden dan CEO TCW, Kathryn Koch, menilai bahwa persepsi risiko terhadap emerging markets kerap berlebihan. Dalam konteks portofolio global, ia bahkan menyebut bahwa mengabaikan negara berkembang justru dapat meningkatkan risiko investasi.

“Justru berisiko jika tidak memiliki eksposur ke emerging markets,” ujar Kathryn. Ia menambahkan bahwa kompleksitas pasar negara berkembang sering kali disalahartikan sebagai risiko, padahal dapat dikelola secara efektif melalui sistem keuangan lokal yang kuat.

Menurut Kathryn, bank-bank domestik dengan jaringan luas dan pemahaman mendalam terhadap sektor riil memiliki peran strategis dalam menerjemahkan modal global menjadi pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Jadi Tontonan Warga, Tembok Kelurahan Babakan di Jalan Baru Roboh 

Peran BRI

Sejalan dengan pandangan tersebut, Hery menjelaskan bahwa BRI menjalankan peran sebagai anchor bank dengan menggandeng pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, serta bank multilateral untuk menyalurkan blended finance ke sektor UMKM. Tanpa keberadaan bank jangkar lokal, ujar Hery, pembiayaan berkelanjutan berisiko berhenti pada tataran konsep dan tidak mencapai sektor riil secara optimal.

Selain peran kelembagaan, digitalisasi juga disebut sebagai faktor kunci dalam mendorong skala pembiayaan berkelanjutan. Menurut Hery, digitalisasi memungkinkan penurunan biaya pembiayaan, perluasan akses kredit, serta pengumpulan data ESG hingga ke level UMKM. Dengan dukungan teknologi digital, pembiayaan berkelanjutan tidak lagi berhenti pada proyek percontohan, melainkan berkembang menjadi sebuah sistem yang terintegrasi.

“Digitalisasi memungkinkan keberlanjutan untuk berkembang dalam skala besar, menurunkan biaya pembiayaan, memperluas akses kredit, serta memungkinkan pengumpulan data ESG hingga ke tingkat UMKM,” katanya.

Keberlanjutan sebagai DNA BRI dalam Pembiayaan UMKM

Sebagai bank dengan fokus utama pada segmen mikro dan UMKM, BRI menempatkan keberlanjutan bukan sebagai inisiatif terbatas, melainkan sebagai strategi mass market. Hery menegaskan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA BRI dalam membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari.

BACA JUGA :  BRI Menanam Grow & Green Bantu Jaga Ekosistem Laut dan Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Salah satu hambatan utama pembiayaan berkelanjutan, lanjut Hery, adalah persepsi bahwa UMKM tidak bankable, berisiko tinggi, dan berimbal hasil rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, BRI menggeser pendekatan dari pembiayaan berbasis agunan menuju data-driven trust.

Melalui digital underwriting, pemanfaatan data transaksi dan perilaku, serta penguatan ekosistem usaha. Pendekatan ini memungkinkan BRI mengelola risiko pembiayaan UMKM secara lebih terukur, sekaligus memperluas skala pembiayaan berkelanjutan.

“Sustainability bukan inisiatif niche bagi kami, tetapi strategi mass market yang tertanam dalam cara kami membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari,” kata Hery

Hery menegaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan tidak seharusnya berhenti pada instrumen seperti green bond atau proyek infrastruktur besar. “Keberlanjutan yang nyata terjadi ketika pembiayaan menjangkau desa, petani, dan micro-entrepreneur. Ini bukan bantuan sosial, melainkan aktivitas ekonomi yang layak secara komersial,” ujarnya.

Tags: BBRIBRISustainable FinanceWorld Economic Forum Davos 2026
Previous Post

Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

Next Post

Lokasi SIM Keliling Tangsel 22 Januari 2026

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Buka Jam 8 Pagi, Berikut Lokasi Layanan SIM Keliling Tangsel 12 Juni 2025

Lokasi SIM Keliling Tangsel 22 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com