PATI– Perjalanan menyusuri lekuk lereng Pegunungan Muria di sisi utara Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini tak sekadar menyuguhkan panorama hijau yang menenangkan mata. Di balik rimbunnya vegetasi Desa Sampok, Kecamatan Gunungwungkal, tersaji pengalaman agrowisata eksklusif: menikmati durian Black Thorn premium langsung dari pohonnya.
Gunungwungkal sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra durian terbaik di Jawa Tengah. Kontur tanah vulkanik lereng Muria yang kaya unsur hara, dipadu udara sejuk pegunungan, membentuk mikroklimat ideal bagi pertumbuhan varietas durian unggulan. Meski harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari pusat Kota Pati, rasa lelah pengunjung terbayar lunas saat tiba di perkebunan durian seluas empat hektare ini.
Di atas lahan yang ditumbuhi sekitar 300 pohon durian, orientasi pengelola kebun tak lagi mengejar kuantitas panen, melainkan kualitas rasa. Durian Black Thorn (durian hitam) menjadi bintang utama, berdampingan dengan Musang King sebagai varietas pendamping. Black Thorn lereng Muria dikenal memiliki daging buah tebal, tekstur lembut sehalus mentega, serta karakter rasa manis legit yang berpadu sentuhan pahit halus di akhir—ciri khas yang membuatnya masuk kelas premium.
“Kualitas durian Black Thorn di sini berani diadu. Rasanya kuat dan melekat lama di pangkal lidah,” ujar Hilal Fiki, pengelola kebun yang telah menekuni budidaya durian unggul ini selama tujuh tahun terakhir, dilansir dari Beritasatu.com.
Konsep agrowisata sengaja dihadirkan agar pengunjung dapat merasakan sensasi durian matang pohon, baik yang baru jatuh alami maupun dipetik langsung dari tangkainya. Tingkat kesegaran inilah yang menjadi pembeda utama dibandingkan durian yang beredar di pasar konvensional.
Kepopuleran durian Black Thorn lereng Muria perlahan menembus batas daerah. Pada akhir pekan, kebun ini kerap dipadati pencinta durian dari Semarang, Kudus, hingga Jakarta yang rela datang demi cita rasa autentik.
Amirul Iqbal, salah satu pengunjung, mengaku tak menyangka kualitas durian premium dapat ditemukan di pelosok Pati. “Ternyata durian Black Thorn dengan standar tinggi ada di sini. Tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah,” tuturnya.
Kecamatan Gunungwungkal bersama Kecamatan Cluwak memang telah lama ditetapkan sebagai kawasan unggulan durian di Pati. Didukung kondisi cuaca yang ideal pada musim panen 2025–2026, kualitas buah mencapai titik terbaik dengan tingkat kemanisan optimal. Puncak panen diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari 2026.
Bagi para pemburu cita rasa, menyantap legitnya durian Black Thorn di tengah sejuknya lereng Muria bukan sekadar wisata kuliner, melainkan pengalaman rasa yang paripurna—perpaduan kesuburan alam dan ketelatenan budidaya yang melahirkan durian kelas dunia.







