• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

KPAI Soroti Maraknya Child Grooming, Buku Broken Strings Buka Kesadaran Publik

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Januari 15, 2026
in NASIONAL, NEWS
Reading Time: 2min read
KPAI Soroti Maraknya Child Grooming, Buku Broken Strings Buka Kesadaran Publik

Komisioner KPAI, Dian Sasmita, Komisioner KPAI, Ai Maryati, dan Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra (kiri ke kanan) dalam pemaparan Laporan Akhir Tahun (LAT) 2025 di Kantor KPAI.(Foto: RRI)

224
SHARES
2.8k
VIEWS

JAKARTA- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti meningkatnya praktik child grooming yang terjadi di sekitar anak. Isu ini kembali mengemuka seiring viralnya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang dinilai membuka kesadaran publik mengenai manipulasi seksual terhadap anak.

Komisioner KPAI Dian Sasmita mengatakan, buku tersebut berperan penting dalam membantu masyarakat memahami bentuk kekerasan seksual yang kerap tidak disadari. Menurutnya, child grooming sering kali tidak dianggap sebagai kekerasan karena tidak selalu melibatkan kontak fisik secara langsung.

“Child grooming sebenarnya bukan hal baru. Namun, melalui buku itu, masyarakat menjadi semakin sadar akan bahayanya. Praktik ini nyata dan kerap menjadi bagian dari tindak kekerasan seksual terhadap anak,” ujar Dian kepada wartawan di Kantor KPAI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA :  Menag: Visa Umrah Jemaah Indonesia Berlaku 90 Hari

Dian menjelaskan, child grooming bertujuan memanfaatkan korban atau memperoleh kepuasan tertentu melalui relasi yang dibangun secara manipulatif. Relasi tersebut terbentuk melalui bujuk rayu, pemberian perhatian berlebih, hingga membuat anak merasa bergantung pada pelaku.

Ia menambahkan, buku Broken Strings turut membuka perspektif bahwa grooming bisa terjadi di lingkungan terdekat anak. Pelaku tidak selalu orang asing, melainkan bisa berasal dari keluarga, lingkar pertemanan, maupun lingkungan sosial anak.

“Relasi yang dekat membuat anak sulit menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Faktanya, pelaku kekerasan seksual sering kali justru orang-orang terdekat anak,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner KPAI Ai Maryati menyoroti praktik child grooming yang kini banyak berlangsung di ruang digital. Menurutnya, pola yang digambarkan dalam buku Broken Strings sejalan dengan temuan KPAI terkait eksploitasi seksual anak berbasis daring.

BACA JUGA :  KPU Pastikan Sistem Informasi Dana Kampanye Pilkada 2024 Mudah Diakses

“Awalnya dibangun kepercayaan antara korban dan pelaku. Setelah itu, relasi meningkat ke tahap kontrol dan pengendalian terhadap anak,” kata Ai Maryati.

Ia menjelaskan, relasi tersebut kerap disamarkan sebagai hubungan romantis atau bentuk kasih sayang. Kondisi ini kemudian menjadi pintu masuk terjadinya eskalasi eksploitasi seksual terhadap anak. Dalam relasi yang melibatkan anak, kata Ai, tidak ada konsep persetujuan yang sah.

Menurutnya, child grooming kini berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari sexting, livestreaming berbayar, hingga penyebaran konten bermuatan seksual. “Ini menjadi ladang eksploitasi besar-besaran di dunia maya dengan anak-anak sebagai target utamanya,” ujarnya.

KPAI pun mendorong pemerintah daerah hingga pusat untuk menyediakan layanan pengaduan, pendampingan, serta pemulihan yang mudah diakses oleh anak. Anak sebagai korban harus merasa aman dan tidak takut untuk melapor.

BACA JUGA :  AG, Kekasih Mario Dandy Minta Perlindungan, Begini Respon KPAI

Melalui diskusi publik, termasuk yang dipicu oleh kehadiran buku Broken Strings, KPAI berharap masyarakat semakin peka terhadap tanda-tanda child grooming. Kekerasan seksual terhadap anak, baik fisik maupun nonfisik, ditegaskan tidak boleh dinormalisasi dan harus dicegah secara bersama-sama.

Tags: Child GroomingKPAI
Previous Post

Antisipasi Lonjakan Jelang Libur Isra Miraj, KAI Siapkan Kereta Tambahan

Next Post

Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha

Generasi Z: Tantangan, Kekuatan, dan Solusi dalam Dunia Kerja dan Usaha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com