TANGERANG SELATAN – Aktris sekaligus penulis Aurélie Moeremans kembali angkat bicara mengenai status perkawinannya dengan Roby Tremonti dalam perspektif hukum Gereja Katolik. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait istilah pembatalan pernikahan dan makna status liber yang kini ia miliki.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada media, Aurélie menegaskan bahwa dalam ajaran Katolik, pernikahan merupakan sakramen yang bersifat tak terceraikan. Namun, Gereja memiliki mekanisme khusus untuk menilai apakah sebuah pernikahan sejak awal sebenarnya tidak pernah sah secara kanonik.
“Status liber hanya bisa diberikan setelah ada pemeriksaan dari Gereja dan otoritas Vatikan yang menyatakan bahwa pernikahan tersebut sejak awal tidak pernah sah, misalnya karena adanya paksaan, manipulasi, atau syarat sakramental yang tidak terpenuhi,” ujar Aurélie, dikutip dari kanal YouTube Cumi-Cumi, Rabu (14/1).
Ia menegaskan, keluarnya status liber justru menjadi bukti bahwa pernikahannya dengan Roby Tremonti tidak pernah ada secara hukum gerejani. Menurutnya, jika sebuah pernikahan sah secara kanonik, maka status tersebut tidak mungkin diterbitkan.
“Kalau pernikahan itu benar-benar sah, status liber tidak akan pernah dikeluarkan. Fakta bahwa status liber saya terbit menegaskan bahwa pernikahan itu tidak valid sejak awal, bukan dibatalkan,” jelasnya.
Aurélie menyampaikan tidak akan memberikan penjelasan lebih jauh di luar pokok persoalan tersebut. Ia memilih untuk tetap fokus pada tujuan awal peluncuran karya literasi terbarunya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai status Status Liber atau surat keterangan bebas yang dimilikinya. Dengan diterbitkannya status tersebut oleh otoritas Gereja, secara hukum kanonik Aurélie dianggap tidak pernah terikat dalam pernikahan yang sah karena adanya cacat hukum sejak awal.
Status pernikahan Aurélie dan Roby kembali menjadi sorotan setelah bintang film Story of Kale itu meluncurkan buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Dalam buku tersebut, Aurélie mengisahkan pengalaman kelamnya sebagai korban child grooming.
Meski tidak menyebutkan secara eksplisit sosok pelaku dalam kisah tersebut, warganet ramai berspekulasi dan mengaitkannya dengan Roby Tremonti, mengingat keduanya pernah menjalin hubungan saat Aurélie masih berusia belasan tahun.







