MAHASISWA Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) telah sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademis, melainkan sebagai kontribusi edukatif yang mendalam bagi masyarakat melalui penyebarluasan nilai-nilai karakter.
Fokus utama dari program ini adalah memberikan solusi konkret atas tantangan krisis moral, degradasi etika, serta minimnya jiwa kepemimpinan yang sering kali menjadi hambatan bagi generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Pelaksanaan kegiatan PKM ini bertempat di SMA PGRI 2 Pondok Petir dengan menyasar para siswa sebagai garda terdepan calon pemimpin masa depan. Tim pelaksana yang bertugas terdiri dari mahasiswa-mahasiswa terpilih dari Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang, yaitu Arsa Nabila, Eka Nur’azijah, Risky Salsabilah.
Seluruh rangkaian agenda ini berjalan dengan sangat tertib dan penuh antusiasme di bawah bimbingan serta arahan dosen pembimbing Fahmi Susanti, S.Km., M.M., yang senantiasa memastikan bahwa setiap materi mengenai pembentukan karakter tersampaikan dengan metode yang inspiratif dan relevan bagi dunia remaja.

Kegiatan ini secara khusus mengusung tema “Penerapan Etika dan Kepemimpinan Positif di Kalangan Siswa”. Pemilihan tema ini didasari oleh pemahaman kolektif bahwa kesuksesan seorang pelajar di masa depan tidak lagi bisa hanya digantungkan pada nilai-nilai akademik semata.
Di era disrupsi dan keterbukaan informasi saat ini, kekuatan karakter dan integritas diri menjadi fondasi yang paling krusial. Kemampuan siswa untuk memimpin diri sendiri melalui nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama merupakan modal fundamental agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya.
Dalam pelaksanaannya, tim PKM menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat interaktif dan partisipatif. Alih-alih hanya memberikan ceramah satu arah, kegiatan ini diisi dengan pemaparan konsep etika modern, diskusi kelompok yang membahas dilema moral di sekolah, serta simulasi pengambilan keputusan yang berlandaskan pada nilai kepemimpinan positif.
Materi yang ditekankan adalah pemahaman bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu berkaitan dengan jabatan struktural seperti ketua OSIS, melainkan tercermin dari tindakan sederhana sehari-hari—bagaimana seseorang mampu bekerja sama dalam tim, bersikap adil, dan memberikan pengaruh baik tanpa perlu memaksa.
Respons dari para siswa SMA PGRI 2 Pondok Petir selama kegiatan berlangsung sangat luar biasa. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab dan bagaimana mereka berani mengungkapkan pendapat mengenai tantangan etika yang mereka hadapi saat ini.
Hasil evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran yang signifikan pada diri siswa mengenai pentingnya menjaga perilaku etis. Melalui edukasi ini, para siswa didorong untuk menjadi pribadi yang lebih mawas diri (self-aware) dan mampu memosisikan diri sebagai teladan (role model) bagi rekan-rekan sebaya lainnya.
Program internalisasi etika dan kepemimpinan ini diharapkan mampu membantu pihak sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih sehat, harmonis, dan mendukung pertumbuhan mental siswa. Dengan pondasi kepemimpinan yang ditanamkan sejak dini, para pelajar diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut secara konsisten dalam kehidupan sosial mereka, sekaligus menjadi penunjang utama bagi kesuksesan karier dan kehidupan mereka di masa depan.
Demikian artikel ini disusun dengan harapan dapat menjadi sumber informasi sekaligus inspirasi bagi pembaca luas, khususnya civitas akademika SMA SMA PGRI 2 Pondok Petir, mengenai betapa pentingnya membangun karakter bangsa melalui pemahaman etika dan penanaman jiwa kepemimpinan yang positif sejak usia remaja.
Penulis :
Arsa Nabila
Eka Nur’azijah
Risky Salsabilah
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang







