JAKARTA– Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak subuh pada Senin (12/1/2026) menyebabkan penumpukan penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta. Kepadatan mulai terlihat sejak sekitar pukul 10.37 WIB.
Berdasarkan kutipan dari Beritasatu.com, penumpukan penumpang terjadi di jalur KRL tujuan Stasiun Tanah Abang. Kondisi tersebut membuat arus penumpang di area stasiun menjadi padat dan tidak terurai dalam waktu singkat.
“Ini Manggarai arah ke Tanah Abang kusut,” ujar Johan, salah satu penumpang, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, membeludaknya penumpang membuat petugas stasiun mengalihkan calon penumpang untuk menggunakan KRL dari arah Tanah Abang atau Angke. Langkah ini diambil karena sejumlah perjalanan kereta hanya beroperasi hingga Stasiun Manggarai.
“Petugas lihat penumpang sudah pecah banget, makanya dialihkan sementara. Kereta yang seharusnya saya naiki itu jadwalnya berikutnya, sementara jadwal kereta yang seharusnya masih di Stasiun Buaran,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak KAI Commuter melalui akun resmi X @CommuterLine mengonfirmasi adanya gangguan perjalanan akibat hujan lebat. Jalur KA di lintas Stasiun Angke–Kampung Bandan terdampak genangan air.
“Saat ini lintas Stasiun Angke–Kampung Bandan belum bisa dilalui perjalanan Commuter Line imbas tergenangnya jalur rel. Perjalanan Commuter Line Cikarang belum bisa melintas jalur tersebut,” tulis @CommuterLine.
Dalam keterangannya, KAI Commuter menjelaskan perjalanan Commuter Line Cikarang hanya beroperasi sampai Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Angke untuk kemudian kembali ke Bekasi atau Cikarang melalui jalur Pasar Senen atau Manggarai.
Selain berdampak pada layanan KRL, hujan deras juga menyebabkan genangan air di Tol Bandara Soekarno-Hatta atau Tol Prof. Sedyatmo. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan menuju Bandara Soekarno-Hatta tersendat dan hanya dapat melaju pelan, terutama di lajur kanan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kepadatan serupa terjadi dari arah sebaliknya, yakni dari bandara menuju Jakarta. Genangan air di lajur kiri memaksa pengendara berpindah ke lajur kanan sehingga kepadatan lalu lintas tidak terhindarkan.







