PENDIDIKAN keuangan sejak dini merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk kebiasaan dan karakter anak dalam mengelola uang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ditujukan kepada siswa kelas 2A MI Nurul Huda dengan jumlah peserta sebanyak 20 siswa.
Pelaksanaan kegiatan PKM ini didukung oleh panitia mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas 2A, yaitu Diajeng Gustin, Duratul Hikmah Faaiqah, Meysha Atsilah, dan Rizky Rhamadhani, yang berperan dalam penyampaian materi serta pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.
Pada usia sekolah dasar, anak mulai mengenal uang dan cara menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui uang saku yang diberikan oleh orang tua. Oleh karena itu, pengenalan akuntansi sederhana melalui pengelolaan uang saku menjadi langkah awal yang tepat untuk menanamkan sikap hemat, disiplin, dan bertanggung jawab kepada siswa MI Nurul Huda.
Akuntansi sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan hanya dipelajari oleh orang dewasa atau siswa tingkat menengah dan perguruan tinggi. Padahal, jika dilihat dari kehidupan sehari-hari, konsep akuntansi sebenarnya sangat dekat dengan aktivitas anak-anak, terutama dalam hal penggunaan uang saku.
Setiap hari siswa Madrasah Ibtidaiyah menerima uang saku dari orang tua untuk membeli jajanan, alat tulis, atau keperluan sekolah lainnya. Kegiatan menerima dan menggunakan uang tersebut merupakan bentuk sederhana dari praktik akuntansi yang dapat dikenalkan sejak usia dini agar anak terbiasa memahami nilai uang.
MI Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa sejak dini. Salah satu nilai penting tersebut adalah kemampuan mengelola keuangan secara sederhana dan bertanggung jawab. Pengenalan akuntansi uang saku menjadi langkah awal yang tepat untuk membentuk kebiasaan baik dalam mengatur keuangan. Melalui pembelajaran ini, siswa tidak hanya diajarkan cara menghitung uang, tetapi juga memahami arti menabung, berhemat, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
Akuntansi dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan mencatat uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan. Bagi siswa MI Nurul Huda, akuntansi tidak perlu menggunakan istilah yang rumit, melainkan cukup dengan mencatat uang saku yang diterima dari orang tua, uang yang digunakan untuk jajan atau membeli perlengkapan sekolah, serta uang yang disimpan sebagai tabungan. Dengan kebiasaan mencatat ini, siswa dapat mengetahui secara jelas ke mana uang mereka digunakan setiap harinya dan belajar bertanggung jawab terhadap uang yang dimiliki.
Pengenalan akuntansi uang saku juga bertujuan untuk melatih sikap jujur dan disiplin pada siswa. Ketika siswa terbiasa mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, mereka akan belajar untuk bersikap jujur terhadap diri sendiri dalam menggunakan uang. Selain itu, kebiasaan mencatat secara rutin juga melatih kedisiplinan, karena siswa harus konsisten menuliskan penggunaan uang sakunya setiap hari walaupun jumlahnya kecil.
Dalam kehidupan sehari-hari, siswa sering dihadapkan pada pilihan dalam menggunakan uang saku mereka. Misalnya, memilih antara membeli jajanan secara berlebihan atau menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Melalui penerapan akuntansi uang saku, siswa diajarkan untuk mempertimbangkan setiap pengeluaran dengan bijak. Mereka belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi dan ada hal-hal yang lebih penting untuk diprioritaskan demi masa depan.
Kebiasaan menabung merupakan salah satu manfaat utama dari penerapan akuntansi uang saku. Dengan mencatat uang yang diterima dan dikeluarkan, siswa dapat mengetahui sisa uang yang dimiliki dan menentukan jumlah yang dapat ditabung. Menabung sejak dini sangat penting karena dapat membentuk pola pikir hemat dan perencanaan keuangan yang baik di masa depan.
Siswa akan memahami bahwa menabung bukan berarti tidak boleh jajan, melainkan mengatur agar uang saku digunakan secara seimbang. Selain menabung, akuntansi uang saku juga mengajarkan siswa untuk menghargai usaha orang tua dalam memberikan uang. Siswa akan menyadari bahwa uang yang mereka terima merupakan hasil kerja keras orang tua, sehingga harus digunakan dengan sebaik mungkin. Kesadaran ini dapat menumbuhkan rasa syukur, tanggung jawab, dan sikap tidak boros dalam kehidupan sehari-hari.
Peran guru sangat penting dalam mengenalkan akuntansi uang saku kepada siswa MI Nurul Huda. Guru dapat memberikan contoh sederhana di kelas, seperti membuat catatan uang saku harian atau mingguan. Dengan cara ini, siswa akan lebih mudah memahami konsep akuntansi karena langsung dipraktikkan. Guru juga dapat mengaitkan pembelajaran ini dengan pelajaran matematika agar siswa semakin terbiasa menghitung dan mencatat uang.
Selain guru, peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam mendukung pembelajaran akuntansi uang saku. Orang tua dapat membimbing anak di rumah dengan mengingatkan untuk mencatat pengeluaran uang saku setiap hari. Kerja sama antara sekolah dan orang tua akan membuat pembelajaran ini lebih efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa.
Penerapan akuntansi uang saku dapat dilakukan dengan alat yang sangat sederhana, seperti buku tulis kecil atau tabel catatan harian. Setiap hari siswa menuliskan jumlah uang saku yang diterima, pengeluaran yang dilakukan, dan sisa uang yang dimiliki.
Cara ini membantu siswa memahami konsep pencatatan keuangan tanpa merasa terbebani atau kesulitan. Melalui kegiatan ini, siswa MI Nurul Huda juga dilatih untuk lebih mandiri dalam mengelola uang. Mereka tidak hanya menghabiskan uang saku, tetapi juga belajar merencanakan penggunaannya. Kebiasaan ini akan sangat bermanfaat ketika siswa tumbuh dewasa dan menghadapi pengelolaan keuangan yang lebih besar dan kompleks.
Pengenalan akuntansi uang saku sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang cermat, hemat, dan bertanggung jawab. Siswa akan terbiasa berpikir sebelum membelanjakan uang dan memahami pentingnya perencanaan keuangan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan di MI Nurul Huda yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan kebiasaan baik.
Dengan demikian, akuntansi uang saku merupakan pembelajaran sederhana namun memiliki manfaat yang besar bagi siswa MI Nurul Huda. Melalui pencatatan uang saku, siswa belajar kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan menabung sejak dini. Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengelola keuangan mereka di masa depan serta membentuk generasi yang bijak dalam menggunakan uang.
Penulis:
Diajeng Gustin
Duratul Hikmah Faaiqah
Meysha Atsilah
Rizky Rhamadhani
Mahasiswa PKM Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1







