JAKARTA– PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penyesuaian tarif tol pada Jalan Tol Prof. DR. Ir. Soedijatmo (Tol Sedyatmo) mulai 5 Januari 2026 pukul 00.00 WIB.
Penyesuaian tarif ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 1325/KPTS/M/2025 tanggal 25 November 2025 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Prof. DR. Ir. Soedijatmo.
Berdasarkan keputusan tersebut, tarif tol Jalan Tol Sedyatmo ditetapkan sebagai berikut:
-
Golongan I: Rp 8.500 (tetap)
-
Golongan II: Rp 11.500, dari sebelumnya Rp 11.000
-
Golongan III: Rp 11.500, dari sebelumnya Rp 11.000
-
Golongan IV: Rp 12.500, dari sebelumnya Rp 12.000
-
Golongan V: Rp 12.500, dari sebelumnya Rp 12.000
Penyesuaian tarif tol ini mengacu pada Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan serta Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah terakhir melalui PP Nomor 17 Tahun 2021. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.
Selain menyesuaikan inflasi, penyesuaian tarif juga diperlukan untuk memberikan kepastian pengembalian investasi bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sesuai rencana bisnis, menjaga iklim investasi infrastruktur jalan tol nasional, serta mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan.
Sebagai akses utama menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jalan Tol Sedyatmo memiliki peran strategis sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan sejumlah ruas tol utama, antara lain Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, Jalan Tol Lingkar Barat (JORR W1), serta Cengkareng–Batuceper–Kunciran (JORR II). Konektivitas tersebut mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, dan pertumbuhan kawasan di sepanjang koridor tol.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Jalan Tol Sedyatmo mencatat volume lalu lintas mencapai 79.635.889 kendaraan, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses cepat, andal, dan efisien menuju Jakarta maupun bandara terbesar di Indonesia.







