TANGERANG SELATAN – Perayaan Tahun Baru kerap diiringi berbagai tradisi yang diyakini dapat membawa keberuntungan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik. Selain makanan yang dianggap membawa hoki, sejumlah kepercayaan juga menyebut ada makanan tertentu yang sebaiknya dihindari karena dipercaya dapat membawa nasib kurang baik di tahun yang baru.
Meski tidak semua orang mempercayainya, tradisi tersebut masih banyak dilakukan sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru. Berikut 10 mitos makanan yang menurut kepercayaan sebaiknya tidak dikonsumsi saat Tahun Baru, seperti dilansir dari laman Delish.
Pertama, kepiting dan lobster. Kedua jenis seafood ini bergerak menyamping atau ke belakang, sehingga dipercaya melambangkan kemunduran dan hambatan dalam hidup. Karena itu, sebagian orang memilih menghindarinya agar kehidupan di tahun baru terus melangkah maju.
Kedua, pisang. Dalam beberapa kepercayaan, pisang dianggap membawa kesialan. Memotong atau membawa pisang ke tempat tertentu dipercaya dapat mendatangkan nasib buruk, sehingga buah ini kerap dihindari saat pergantian tahun.
Ketiga, unggas bersayap seperti ayam dan kalkun. Hewan ini mencakar tanah ke belakang, yang dipercaya melambangkan kehidupan yang terus menoleh ke masa lalu atau kondisi hidup yang pas-pasan.
Keempat, ikan dan seafood pemakan dasar laut, seperti udang dan kerang. Jenis makanan ini dipercaya melambangkan hidup dari sisa-sisa, sehingga dihindari agar kehidupan di tahun baru lebih makmur.
Kelima, makanan laut yang bergerak mundur atau menyamping. Selain kepiting, jenis seafood lain dengan karakteristik serupa juga dianggap melambangkan kemunduran dalam hidup.
Keenam, roti berongga. Menemukan rongga besar di dalam roti dipercaya sebagai pertanda kurang baik, terutama jika terjadi saat perayaan Tahun Baru.
Ketujuh, makanan berwarna putih. Dalam tradisi Tiongkok, warna putih melambangkan kematian. Oleh karena itu, makanan seperti tahu, nasi putih, telur, dan keju putih sering dihindari saat Tahun Baru.
Kedelapan, makanan yang mudah hancur. Makanan yang mudah patah atau remuk dipercaya melambangkan hubungan dan keberuntungan yang rapuh.
Kesembilan, makanan yang dipotong sembarangan, terutama makanan panjang seperti mi. Memotong makanan tersebut dipercaya dapat “memotong” umur panjang atau keberuntungan.
Kesepuluh, peterseli. Memberikan peterseli sebagai hadiah dipercaya membawa nasib buruk, sehingga rempah ini sebaiknya tidak dijadikan bingkisan Tahun Baru.
Kepercayaan terkait makanan ini umumnya bersifat simbolis dan turun-temurun. Meski tidak didukung bukti ilmiah, tradisi tersebut masih dijalankan sebagian masyarakat sebagai bagian dari perayaan dan harapan menyambut tahun yang baru.







