TANGERANG SELATAN– Perayaan Natal di Indonesia tidak hanya diwarnai dengan ibadah dan dekorasi meriah, tetapi juga kehadiran beragam hidangan khas yang sarat makna. Kuliner menjadi bagian penting dalam momen kebersamaan, mempererat hubungan keluarga, sekaligus mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Keunikan Natal di Indonesia tercermin dari ragam makanan yang tersaji di meja makan. Setiap hidangan memiliki cerita sejarah dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Berikut sejumlah makanan khas Indonesia yang kerap disajikan saat perayaan Natal.
Ayam Kodok
Ayam kodok menjadi salah satu hidangan Natal paling dikenal di Indonesia. Makanan ini berupa ayam utuh tanpa tulang yang diisi daging cincang berbumbu khas. Hidangan ini banyak disajikan oleh keluarga keturunan Eropa dan Tionghoa, serta kerap menjadi menu utama saat makan malam Natal bersama keluarga besar.
Klappertaart
Klappertaart merupakan hidangan penutup khas Manado yang populer saat Natal. Kue berbahan dasar kelapa, susu, telur, dan mentega ini mencerminkan pengaruh Belanda dalam kuliner Indonesia bagian timur. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang kaya serta aroma kelapa yang khas.
Kue Putri Salju
Kue putri salju juga identik dengan perayaan Natal di berbagai daerah. Kue berbentuk bulan sabit ini dilapisi gula halus yang manis dan lumer di mulut. Biasanya disajikan bersama aneka kue kering lain sebagai teman berkumpul keluarga.
Kue Satu
Kue satu atau kue koya kerap hadir di meja tamu saat Natal. Kue tradisional ini terbuat dari kacang hijau atau sagu yang dihaluskan, bertekstur rapuh dan langsung meleleh saat dimakan. Kue satu melambangkan kesederhanaan dalam tradisi keluarga di berbagai daerah Indonesia.
Bagea
Bagea merupakan kue khas Natal di Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Terbuat dari sagu dan rempah khas daerah, bagea dikenal bertekstur keras dengan rasa manis yang kuat. Kue ini biasanya dinikmati bersama teh atau kopi saat berkumpul di Hari Natal.
Babi Panggang Karo
Babi panggang Karo menjadi hidangan khas Natal masyarakat Karo di Sumatera Utara. Daging babi dipanggang hingga renyah lalu disajikan dengan sambal andaliman khas Batak. Hidangan ini melambangkan sukacita, kebersamaan, dan perayaan keluarga besar.
Ikan Arsik
Ikan arsik menjadi menu penting Natal bagi masyarakat Batak Toba. Hidangan berbahan ikan mas ini dimasak dengan bumbu andaliman, kecombrang, kunyit, dan rempah lainnya. Kuah kuningnya yang pekat dipercaya sebagai simbol kelimpahan dan doa berkat untuk tahun yang baru.
Ayam Colo-colo
Ayam colo-colo merupakan hidangan khas Maluku yang kerap hadir dalam perayaan Natal keluarga Ambon. Ayam panggang disajikan dengan sambal segar berbahan tomat, cabai, bawang, dan jeruk limau. Perpaduan rasa pedas, asam, dan segar melambangkan kehidupan yang penuh warna dan dijalani dengan rasa syukur.
Keberagaman kuliner Natal ini menunjukkan bagaimana tradisi, budaya, dan nilai kekeluargaan berpadu dalam perayaan Natal di Indonesia, menjadikannya tidak hanya sakral, tetapi juga hangat dan penuh kebersamaan.







