PERKEMBANGAN teknologi dan informasi merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita sebagai bagian dari masyarakat global—termasuk pelajar dan mahasiswa—harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Namun demikian, di balik berbagai manfaat yang ditawarkan, teknologi dan informasi juga menimbulkan sejumlah dampak negatif yang perlu mendapat perhatian serius.
Khusus dalam bidang pendidikan, dampak negatif teknologi dan informasi dapat dikategorikan ke dalam beberapa isu utama. Pertama, isu akademik, seperti meningkatnya praktik kecurangan dan plagiarisme, serta menurunnya konsentrasi belajar siswa. Kedua, dampak sosial dan mental, yang mencakup kecenderungan kecanduan gawai, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta meningkatnya masalah kesehatan mental. Ketiga, kesenjangan akses atau kesenjangan digital, yang menyebabkan ketidakmerataan kesempatan memperoleh pendidikan berbasis teknologi. Keempat, aspek keamanan dan etika, seperti risiko pelanggaran privasi data dan penyalahgunaan teknologi. Kelima, pengaruh budaya, yaitu tergerusnya nilai-nilai dan budaya lokal akibat dominasi budaya global.
Secara lebih luas, dampak negatif teknologi dan informasi dapat dikelompokkan menjadi masalah sosial dan pribadi, keamanan dan etika, dampak lingkungan, serta masalah ekonomi dan produktivitas. Dampak tersebut antara lain berupa ketergantungan teknologi, gangguan hubungan sosial, masalah kesehatan mental, meningkatnya kejahatan siber, penyebaran informasi palsu (hoaks), pencemaran lingkungan akibat limbah teknologi, serta potensi pengangguran dan kesenjangan digital. Kondisi ini banyak dialami oleh masyarakat, terutama di lingkungan yang minim interaksi sosial dan kurang mendapatkan edukasi terkait pemanfaatan teknologi secara bijak.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat, berkesinambungan, dan komprehensif antara masyarakat dan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah, sekolah, siswa, guru, orang tua, serta sektor swasta, agar pemanfaatan teknologi dapat diarahkan secara positif dan bertanggung jawab.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi, bahkan mencegah, dampak negatif teknologi dan informasi antara lain dengan memperkuat regulasi atau dasar hukum di bidang teknologi dan informasi. Regulasi tersebut perlu mengatur penggunaan teknologi secara lebih ketat, misalnya dengan membedakan teknologi untuk kepentingan pendidikan dan bisnis, termasuk dalam hal persyaratan kepemilikan, penerapan, serta aspek teknis dan fundamental lainnya. Selain itu, edukasi teknologi yang dilakukan secara langsung, terstruktur, dan berkelanjutan juga sangat penting.
Namun demikian, penerapan regulasi dan edukasi tersebut tidak akan berjalan efektif dan efisien tanpa adanya kerja sama dalam pengawasan dari seluruh lapisan, mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah. Pada akhirnya, semua upaya tersebut akan kembali pada kesadaran individu dalam memaknai teknologi dan informasi—tentang bagaimana dan untuk tujuan apa teknologi tersebut digunakan.
Penulis:
Hady Putra Pratama (251012700101)
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen dan Perencanaan Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Herdi Wisman Jaya
Kelas : 01MPDM002
Reguler : B
Prodi Manajemen Pendidikan S2
Fakultas Pascasarjana Universitas Pamulang







