BANTEN – Polda Banten mengungkap kasus pembunuhan berencana disertai pencurian dengan kekerasan terhadap MS (23), seorang sopir taksi online asal Cikupa, Kabupaten Tangerang. Pelaku AN (29) ditangkap setelah diketahui merencanakan aksi sadis tersebut selama dua hari. Ia kini terancam hukuman mati.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan bahwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu, 30 November 2025 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Syekh Moh Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang.
Kejahatan ini sudah direncanakan sejak Jumat, 28 November 2025. AN yang ingin menguasai mobil korban membuat akun palsu bernama “Dede” untuk memesan taksi online di kawasan Citra Raya Tangerang pada pukul 00.30 WIB. Ia meminta korban mengantarnya ke depan Kampus UIN Serang.
Setiba di lokasi, AN memerintahkan korban berhenti. Saat korban menarik rem tangan, pelaku langsung menyerangnya. Menurut Kombes Dian, korban mengalami sesak napas akut dan kehilangan kesadaran dalam waktu kurang dari satu menit.
“Pelaku memindahkan jasad korban ke kursi depan, memastikan kondisi korban sudah tidak bernyawa, lalu membawa kabur Toyota Calya milik korban beserta barang-barang lainnya,” jelasnya.
Jasad Ditemukan di Bawah Jembatan
Sekitar delapan jam kemudian, jasad MS ditemukan warga di bawah Jembatan Cimake, Desa Pancanegara, Kabupaten Serang. Hasil autopsi menunjukkan korban tewas akibat jeratan tali di leher serta pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.
Identitas korban terungkap melalui Inafis Portable System. AN akhirnya berhasil ditangkap pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Jalan Raya Serang–Pandeglang.
Kepolisian memastikan motif pelaku adalah murni menguasai kendaraan dan barang milik korban. AN menggunakan modus umum: berpura-pura menjadi penumpang, lalu menyerang ketika korban lengah.
Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan/atau Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, seumur hidup, hingga hukuman mati.
Polda Banten mengimbau seluruh pengemudi taksi online meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menerima pesanan mencurigakan pada malam hari.







